Logo Header Antaranews Jateng

Cuaca Buruk, Pasokan Batu Bara Karangkandri Aman

Rabu, 9 Januari 2013 12:48 WIB
Image Print
Ilustrasi tongkang batu bara. (FOTO ANTARA/Rosa Panggabean)

"Stok batu bara kita banyak. Diperkirakan masih mencukupi kebutuhan hingga tiga minggu," katanya di Cilacap, Rabu.

Menurut dia, kebutuhan batu bara untuk PLTU Karangkandri yang berkapasitas produksi 2x300 megawatt ini rata-rata 6.000 ton per hari.

Kendati demikian, dia mengatakan, ada sejumlah tongkang pengangkut batu bara dari Kalimantan yang berlindung di Selat Bali akibat terganggu cuaca buruk.

"Tongkang-tongkang itu minggir di Selat Bali, namun tidak memengaruhi stok kita," katanya.

Secara terpisah, Kepala Seksi Penjaga Laut dan Pantai Kantor Administrator Pelabuhan Cilacap, Hari Widianto mengatakan, pihaknya masih mengecek kemungkinan adanya tongkang pengangkut batu bara dari Kalimantan yang terlambat masuk Cilacap.

"Belum ada laporan, namun kami akan mengeceknya," katanya.

Terkait adanya cuaca buruk di sejumlah perairan termasuk perairan selatan Jawa, dia mengatakan, pihaknya tidak mengeluarkan larangan berlayar bagi kapal-kapal yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap.

Menurut dia, larangan berlayar tersebut lebih ditujukan untuk kapal-kapal penumpang. "Pelabuhan di sini tidak ada kapal-kapal penumpang," katanya.

Sementara itu, prakiraan cuaca Stasiun Meteorologi Cilacap, Mas Pudjiono memperkirakan, gelombang tinggi berpeluang terjadi di perairan selatan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada 9-14 Januari 2013.

Menurut dia, gelombang setinggi 3-5 meter berpeluang terjadi di perairan selatan Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Yogyakarta, sedangkan gelombang setinggi 4-6 meter berpeluang terjadi di Samudera Hindia selatan Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Yogyakarta.

"Kami telah kirimkan peringatan dini gelombang tinggi ini kepada seluruh operator pelayaran maupun pengguna jasa kelautan," katanya.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026