
Semarang Lampaui Target Pengurangan Pengangguran

"RPJMD menargetkan tahun 2015 jumlah pengangguran di Kota Semarang 12,2 persen atau terjadi penurunan 0,5 persen per tahun dari tahun 2010 yang tercatat 14,7 persen," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Semarang Gunawan Saptogiri di Semarang, Senin.
Gunawan mengatakan dari target pengurangan pengangguran tersebut Kota Semarang sudah bisa mengurangi jumlah pengangguran menjadi 11,23 persen sejak2011.
"Untuk tahun ini, berapa banyak jumlah pengangguran di Kota Semarang masih menunggu hasil survei yang diperkirakan pertengahan bulan Desember 2012 sudah ada hasilnya," katanya.
Gunawan menjelaskan sejumlah upaya untuk mengurangi jumlah penggangguran yang dilakukan oleh Disnakertrans Kota Semarang di antaranya dengan penempatan tenaga kerja baik antarkerja lokal, antardaerah, dan antarkerja luar negeri.
Penempatan tenaga kerja tersebut bisa dengan cara bursa kerja dan pada 2012 yang terakhir dilakukan pada Agustus 2012 dengan 4.500 peserta dan 35 persen di antaranya telah ditempatkan kerja.
Langkah lainnya untuk mengurangi jumlah pengangguran yakni dengan menciptakan wirausahawan baru melalui beragam program padat karya dan pelatihan kewirausahaan.
Ia mengatakan perusahaan Kota Semarang pada Desember 2012 berhasil mendapatkan penghargaan sebagai perusahaan yang fokus melakukan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.
Tiga di antara enam perusahaan yang diajukan masuk nominasi dan mendapatkan penghargaan adalah PT Sai Garment Industries, Samwon Busana Indonesia, dan PT Raja Besi.
"Sebenarnya banyak perusahaan di Kota Semarang yang menerapkan sistem kesehatan dan keselamatan kerja (K3) fokus dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, tetapi terbentur masalah administrasi sehingga yang diajukan masuk nominasi hanya enam perusahaan," demikian Gunawan Saptogiri.
Pewarta: Nur Istibsaroh
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
