
Pemasukan Lelang Ikan Rp1,4 Miliar, Hilang

Kepala PPNP Kota Pekalongan, Jainur Manurung, di Pekalongan, Jumat, mengatakan bahwa transaksi penjualan ikan di tengah laut oleh para nelayan tersebut sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir ini sehingga kondisi tempat pelelangan ikan (TPI) cenderung sepi.
"Setiap hari, kami kehilangan pemasukan sekitar Rp1,4 miliar karena hasil tangkapan ikan para nelayan sebesar 70 persennya sudah dijual mereka di tengah laut," katanya.
Ia meminta para nelayan kembali menjual hasil tangkapan ikan di TPI karena dari hasil retribusi lelang itu bisa masuk ke kas daerah sehingga nantinya dapat berdampak positif terhadap kemajuan dan kejayaan sektor perikanan daerah setempat.
"Jika saja para nelayan lebih memilih menjual hasil tangkapan ikannya di TPI maka Pemkot akan mendapatkan retribusi sekitar Rp500 miliar per tahun," katanya.
Ia mengatakan bahwa saat ini jumlah kapal nelayan Kota Pekalongan berbobot di atas 33 GT masih sekitar 139 unit dan rata-rata mereka mampu menjual hasil tangkapan ikan 170 ton per hari.
"Akan tetapi, akibat adanya penjualan hasil tangkapan ikan di tengah laut maka jumlah produksi hanya berada dikisaran 50 ton per hari," katanya.
Ia mengatakan bahwa untuk mengatasi persoalan menurunnya produksi ikan di TPI, pemerintah kota sedang berupaya agar nelayan tertarik berlabuh di pelabuhan Pekalongan dan mereka diminta tidak melakukan penjualan ikan di tengah laut lagi.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
