
Pelatih PSIS Segera Tentukan Pemain

Kepada wartawan usai memimpin seleksi pemain di Stadion Jatidiri Semarang, Selasa petang, Firmandoyo mengatakan, Rabu (21/11) merupakan kesempatan terakhir bagi pemain seleksi untuk menunjukkan kemampuannya.
"Kita akan segera menentukan pemain yang masih akan bertahan atau tidak karena mulai 22-24 November, pemain hasil seleksi akan kita pantau terus," kata pelatih yang sukses membawa tim Jateng meraih medali perunggu PON 2012 Riau.
Menurut dia, dirinya juga akan melihat kemampuan pemain-pemain lainnya yang memang sengaja diundang dalam seleksi tertutup. "Kami berharap minggu depan sudah mulai latihan perdana," katanya.
Pada seleksi hari kedua tahap kedua di Stadion Jatidiri Semarang tersebut masih ada 70 pemain yang terus dicoba kemampuannya oleh tim pelatih.
Bahkan, beberapa pemain yang baru datang mengikuti seleksi hari kedua ini seperti mantan pemain gelandang Persija ISL Oktavianus, Sunar Sulaiman (Persita Tengerang), Suwita Patha (Persikabo) maupun mantan kiper Persijap Jepara M Yasir dan Johan Angga Kusuma.
Mereka masih harus bersaing dengan mantan pemain PSIS seperti I Komang Putra, Basuki Setyobudi, Dicky Fajar, Yoga Wahyu, Imral Usman, Modestus Setiawan, Aris Indarto, Ilham Asdat, Feri Liga, Tri Setyo, Kurnanda Fajar atau Kukuh Pramuyidha.
Kemudian juga pemain muda seperti Ipan Priyanto (Pelita Jaya), Bakar Sidik (PPSM Magelang), Abdul Latief (Persijap), Andro Levandry (PS Sumbawa), dan lain sebagainya.
"Memang tidak boleh sembarangan, yang jelas kita dituntut untuk teliti, objektif, dan fair untuk menentukan pemain-pemain terbaik sesuai dengan kebutuhan. Semua yang datang memang pemain bagus-bagus," katanya.
Yang jelas, kata dia, pada akhirnya nanti tim pelatih dan manajemen PSIS Semarang telah menetapkan kuota pemain sebanyak 24 orang, tiga di antaranya merupakan pemain magang sedangkan sisanya pemain utama PSIS termasuk kemungkinan jika memakai pemain asing.
Pewarta: -
Editor:
hernawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
