Logo Header Antaranews Jateng

Interpretasi karya "Sharaku" Dipamerkan

Minggu, 18 November 2012 04:53 WIB
Image Print

"Pameran ini merupakan ajang pertukaran kebudayaan Indonesia dan Jepang," kata Director General Regional Director for Southeast Asia The Japan Foundation, Ogawa Tadashi, saat membuka pameran, di Semarang, Sabtu (17/11) malam.

Menurut dia, ajang pertukaran kebudayaan, termasuk pameran seni budaya semacam itu selama ini terlalu terkonsentrasi di Jakarta dan pihaknya memandang pameran-pameran kebudayaan perlu digarap di daerah-daerah.

Pameran itu, kata dia, menghadirkan interpretasi sekitar 28 desain grafis Jepang dan 11 seniman atas sosok Sharaku, seorang seniman cukil kayu Jepang (ukiyo-e) yang hidup di Tokyo sekitar 200 tahun silam.

"Sharaku merupakan seniman yang aktif di Edo (sekarang Tokyo, red.) telah memproduksi lebih dari 140 karya pada 1794-1795. Umumnya, karyanya berupa potret aktor Kabuki, teater tradisional Jepang," katanya.

Karena hasil interpretasi atas sosok dan karya Sharaku, lanjut dia, semangat yang dituangkan dalam karya-karya yang dipamerkan itu merupakan keterkaitan erat antara aspek kontemporer dan tradisi.

Setidaknya ada 81 karya ditampilkan, berupa lukisan, poster, serta karya tiga dimensi yang terbagi atas tiga bagian, yakni "Reproduction of Sharaku", "Sharaku in Graphic Art", dan "Homeage to Sharaku".

Karya-karya yang menggambarkan sosok Sharaku , antara lain "Self-portrait Sharaku 4" karya Yasumasa Morimura, "Wajah Sharaku Berselubung" karya Yoshio Hayakawa, dan "Sharaku's Mouth" karya Makoto Nakamura.

Namun, kebanyakan karya menggambarkan sosok aktor Kabuki, seperti "Sawamura Sojuro III as Ogishi Kurando", "Segawa Tomisaburo II as Yadorigi, wife Ogishi", dan "Sanokawa Ichimatsu III as Onayo" karya Miran Fukuda.

"Kami melirik Semarang untuk penyelenggaraan pameran ini, setelah Jakarta pada Oktober lalu. Banyak sekali generasi muda di kota ini yang tertarik dengan kebudayaan Jepang sehingga kami apresiasi," katanya.

Pemilik Galeri Semarang Chris Dharmawan mengungkapkan pihaknya baru pertama kali menggelar pameran objek seni sebagai perwujudan simbol budaya Jepang di masa lalu dan kini hasil interpretasi perupa Jepang.

"Kami sangat mengapresiasi, apalagi yang diangkat tokoh terkenal di Jepang dan seluruh dunia, Toshusai Sharaku. Kami terbuka memamerkan karya terbaik perupa dalam dan luar negeri untuk kemajuan seni rupa," kata Chris.



Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026