Logo Header Antaranews Jateng

Siswa Diajari Hadapi Ular

Sabtu, 17 November 2012 18:35 WIB
Image Print
ilustrasi

Simulasi menangkap ular tak berbisa itu menjadi bagian dari pengenalan reptil ke sekolah yang dilakukan anggota komunitas itu untuk menghilangkan "stigma" seram terhadap jenis binatang melata tersebut.

Dalam simulasi itu, sejumlah siswa diajari kiat-kiat menangkap ular tak berbisa menggunakan karung dan tangan kosong, didampingi instruktur dari komunitas pecinta reptil yang anggotanya kini mencapai 100 orang.

Bahkan, lengan salah satu instruktur sempat digigit ular jenis piton sepanjang tiga meter itu hingga berdarah saat akan memasukkannya ke dalam wadah usai simulasi, tetapi tidak sampai mengalami luka yang berarti.

Menurut Ketua Umum T-Rec Budi Kamarsyah, kegiatan itu merupakan bagian dari program komunitas itu, yakni edukasi untuk mengenalkan berbagai jenis reptil, cara penanganan, perawatan, hingga pelestarian habitatnya.

"Komunitas ini memiliki tiga visi utama, yakni sosial, edukasi, dan konservasi. Dalam kegiatan ini, kami ingin mengenalkan berbagai reptil secara langsung kepada siswa, salah satunya ular," katanya.

Kepala SMA Kesatrian 1 Semarang Toto mengungkapkan pihaknya sengaja mengundang komunitas pecinta reptil untuk mengedukasi siswa tentang reptil sehingga memotivasi siswa untuk menjaga kelestarian habitatnya.

"Selama ini, reptil, terutama ular sering dianggap musuh dan dibunuh. Padahal, keberadaan ular sangat penting dalam ekosistem, termasuk membantu para petani memberantas hama tikus yang menyerang padi," katanya.

Dengan kegiatan itu, Toto berharap siswa menjadi lebih paham berbagai jenis reptil, meliputi pengetahuan, cara penanganan, pemeliharaan, dan pelestarian sehingga populasi hewan melata itu tetap lestari.

Sementara itu, Daffa Adhi (18) siswa kelas XII IPA 4 SMA Kesatrian 2 Semarang mengaku sebelumnya sangat takut dengan ular, tetapi sekarang ini tidak lagi karena sudah sedikit belajar tentang binatang melata itu.

"Dulu, saya sempat takut sekali jika ketemu (ular, red) karena bentuknya menyeramkan. Sekarang ini saya sudah tidak takut dan berani memegangnya," katanya, seraya menunjukkan ular kecil yang "bermain" di tangannya.



Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026