Logo Header Antaranews Jateng

Pascakurban, Harga Kambing Bakalan Naik

Sabtu, 3 November 2012 12:42 WIB
Image Print
Binatang kambing (Foto ANTARA)

"Kenaikan harga ini terjadi karena kambing bakalan banyak diburu peternak untuk menggantikan ternak mereka yang dipotong untuk kurban selama Idul Adha kemarin. Apalagi yang dipotong untuk kurban mencapai 2.500 ekor lebih," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Perikanan Peternakan (Dintankannak) Banjarnegara Siti Maechasoh di Banjarnegara, Sabtu.

Menurut dia, kondisi tersebut juga terjadi pada ternak lain yang dijadikan hewan kurban seperti sapi dan domba.

"Peternak berupaya mengembalikan populasi agar pasokan ternak tetap tersedia," kata dia menjelaskan.

Secara terpisah, pedagang kambing dari Kecamatan Karangkobar, Kusen (34), mengatakan saat ini harga anak kambing berusia lima bulan mencapai kisaran Rp900 ribu hingga Rp1 juta per ekor.

Sebelum Idul Adha, kata dia, harga kambing bakalan hanya sekitar Rp800 ribu per ekor.

"Saat ini permintaan kambing bakalan memang sangat tinggi karena banyak diburu peternak yang ingin kembali beternak setelah ternak mereka dijual sebagai hewan kurban," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, harga kambing bakalan melambung tinggi sehingga pedagang bisa meraih keuntungan hingga Rp200 ribu per ekor.

Bahkan, lanjutnya, keuntungan yang diperoleh para pedagang bisa lebih besar jika membeli langsung dari peternak yang menjual kambing bakalan.

Pedagang kambing dari Kecamatan Sigaluh, Slamet (40), mengatakan peternak tetap berupaya mencari kambing bakalan untuk dipelihara meskipun harganya terus melonjak.

"Kenaikan harga kambing bakalan ini biasanya bertahan hingga lima bulan ke depan," katanya.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026