Logo Header Antaranews Jateng

Banyak Pengusaha Mebel Serenan Gulung Tikar

Selasa, 16 Oktober 2012 15:50 WIB
Image Print

"Anggota koperasi kami total ada 83 orang, tetapi sekarang ini tinggal 36 pengusaha yang masih hidup lainnya sudah gulung tikar, karena kalah permodalan dengan pengusaha-pengusaha besar yang beroperasi di sini," kata Ketua Koperasi Meubel Manunggal Jaya Panggih Muladi di Klaten, Selasa.

Ia mengatakan memang sepuluh tahun lalu anggota koperasi ini banyak yang melakukan ekspor mebel ke Eropa, Amerika, Jepang dan lain-lain, tetapi sekarang sudah tidak bisa lagi, karena mahalnya bahan baku kayu, dan kurang permodalan.

"Anggota kami yang melakukan ekspor mebel sekarang tinggal dua orang, itu pun hanya sedikit tidak seperti dulu," kata Panggih yang tanpa menyebutkan nilai ekspor meubel tersebut.

Untuk aset koperasi sekarang ini hanya ada sekitar Rp200 juta. Sementara itu kalau mau melakukan ekspor meubel seperti beberapa tahun lalu butuh dana miliaran rupiah.

Mengenai harga kayu untuk membuat meubel, Panggih mengatakan seperti kayu mahuni saja harganya sudah mencapai Rp1,5 juta/meter kubik dan dari bahan tersebut hanya bisa dibuat delapan almari.

"Jadi dari harga tersebut kalau orientasinya kita ekspor jelas tidak menutup modal, karena harga ekspor juga tidak naik, sementara harga bahan baku terus naik," katanya.

Mengenai bantuan modal berupa kredit dari perbankan, ia mengatakan sementara ini tidak ada. "Ya sekarang ini yang ada hanya bantuan teknologi untuk pengeringan kayu dari Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS)," katanya.

Ia mengatakan dengan adanya bantuan tenologi surya termal dalam pengeringan kayu hibrida sistem intergral HP/T collector sangat membantu, dibandingkan bantuan serupa dari Kantor Perindustrian Jawa Tengah.



Pewarta:
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026