
Harga Emas Naik, Penjualan Lesu

Menurut pemilik Toko Emas di Pasar Ronggowarsito Pati, Agus Santoso, di Pati, Selasa, kenaikan harga jual perhiasan emas mulai terasa sejak sebulan terakhir.
Awalnya, kata dia, harga jual emas paling rendah masih ditawarkan Rp185.000 per gram untuk kadar delapan karat. Harga itu kemudian berangsur-angsur menjadi Rp200.000.
Harga jual emas dengan kadar 12 karat naik menjadi Rp260.000 per gram dari sebelumnya Rp245.000, sedangkan kadar 18 karat mengalami kenaikan menjadi Rp460.000 dari sebelumnya Rp440.000.
Ia mengaku, tidak mengetahui penyebab pasti kenaikan harga emas tersebut.
"Hanya saja, sejumlah pihak sering mengaitkan kenaikan harga tersebut dengan harga minyak dunia," ujarnya.
Akibat harga emas yang terus melambung tersebut, dia mengaku, mengalami penurunan omzet penjualan.
"Kondisi seperti ini memang biasa terjadi, namun kenaikan harga yang terlalu tajam sangat mempengaruhi penghasilan para pedagang emas," ujarnya.
Kondisi seperti saat ini, katanya, sering dimanfaatkan pemilik perhiasan emas untuk melakukan aksi jual dengan harapan bisa mendapatkan keuntungan, karena adanya perbedaan harga ketika melakukan pembelian.
Seorang warga setempat yang menjual perhiasan emasnya, Rida (32), mengaku, sengaja memanfaatkan kenaikan harga jual emas untuk menjual perhiasan emasnya agar mendapatkan keuntungan.
Apalagi, kata dia, harga pembelian perhiasan emas yang dimilikinya lebih rendah dibandingkan dengan harga emas saat ini.
"Kondisi seperti ini sudah biasa terjadi, sehingga banyak yang memanfaatkan untuk menjual perhiasan di sejumlah toko emas," ujarnya.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
