
Bom Rakitan di Rumah Terduga Teroris Diledakkan

Jarak waktu peledakan antara dua bom rakitan itu sekitar 15 menit, hingga sekitar pukul 12.00 WIB. Peledakan itu diperkirakan untuk pengamanan lokasi setempat.
Sejumlah petugas berpakaian antibom kemudian masuk ke rumah Komeidi, di Jalan Lempuyangan 2A RT07 RW10 Kampung Griyan, Kecamatan Laweyang, Kota Solo itu untuk mengecek keadaan.
Keterangan yang dihimpun, sebelum petugas menangkap Komeidi pada pukul 07.00 WIB, anggota Densus sempat memberikan tembakan peringatan kepada terduga teroris itu.
Sejak pagi buta, beberapa orang berpakaian preman sudah berada di sekitar rumah Komeidi.
Haryanto, seorang tetangga yang juga kawan bermain Komeidi saat masa kecil, mengatakan, Komeidi hingga saat ini hidup membujang dan tidak memiliki pekerjaan alias pengangguran.
"Sepertinya sejak cukup lama dia diincar petugas, sering ada orang asing yang tak dikenal warga sini nongkrong di sekitar kampung ini," katanya.
Ia mengatakan, Komeidi adalah teman Susilo yang tewas tertembak petugas bersamaan dengan penangkapan terhadap gembong teroris Noordin M Top di Mojosongo, Solo, beberapa tahun lalu.
"Rumahnya memang cukup luas, sering datang pemuda. Dia sering menyetel video tentang masalah Poso, semula banyak warga sekitar yang ke situ, tetapi kemudian banyak yang tidak tertarik," katanya.
Hingga sekitar pukul 12.20 WIB, aparat kepolisian masih olah tempat kejadian perkara di rumah Komeidi.
Petugas lainnya menjaga keamanan di kawasan setempat, sedangkan ratusan warga juga berkerumun di sekitar rumah Komeidi yang telah dipasangi garis polisi.
Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
