Logo Header Antaranews Jateng

Dataran Tinggi Dieng Butuh Subterminal

Senin, 17 September 2012 09:43 WIB
Image Print

"Akhir pekan kemarin, saya datang ke BP3 (Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala) Jawa Tengah untuk menyampaikan usulan perluasan lahan parkir di sekitar Pendopo Soeharto-Whitlam yang berdekatan dengan Kompleks Candi Arjuna," kata Suyatno di Banjarnegara, Senin.

Selain perluasan lahan parkir, kata dia, pihaknya juga mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dan BP3 Jateng untuk membangun subterminal di pertigaan Aswatama, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, yang berbatasan dengan Kabupaten Wonosobo.

Menurut dia, usulan tersebut diajukan karena lahan parkir yang ada saat ini tidak lagi mampu menampung kendaraan wisatawan yang selalu membludak saat musim liburan.

Dia mencontohkan banyaknya wisatawan yang terpaksa pulang dan tidak melanjutkan rencana kunjungannya di kawasan wisata Dataran Tinggi Dieng seperti Kompleks Candi Arjuna dan Kawah Sikidang karena kendaraannya tidak bisa masuk ke lokasi saat libur Lebaran silam.

Bahkan, kata dia, sejumlah wisatawan secara langsung mengeluhkan kondisi tersebut kepadanya.

"Ada wisatawan dari Sumatra yang mengaku telah dua kali datang ke Dieng setiap libur Lebaran. Dia mengatakan jika kondisi Dieng tetap seperti ini terus, akan banyak wisatawan yang kecewa," katanya.

Menurut dia, keluhan yang sama juga disampaikan seorang wisatawan dari Bandung, Jawa Barat.

Akan tetapi, kata dia, BP3 Jateng tampaknya kurang merespon usulan perluasan lahan parkir dengan alasan masih banyak batu purbakala yang terpendam di sekitar pendopo.

"Padahal, saya hanya usulkan agar lahan di belakang pendopo dapat digunakan sebagai areal parkir tanpa didirikan bangunan, sehingga nantinya kalau dibutuhkan untuk penggalian tetap dapat digali tanpa harus membongkar bangunan," katanya.

Sementara mengenai pembangunan subterminal di pertigaan Aswatama, kata dia, tempat itu akan digunakan untuk menampung kendaraan wisatawan sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan wisata menggunakan "shuttle".

"Ini (shuttle) dapat berupa delman atau kendaraan wisata lainnya yang didesain sedemikian rupa sehingga mempunyai bentuk dan ciri khas lokal yang kuat," katanya.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026