Logo Header Antaranews Jateng

PT Tower Luncurkan Mobil Kesehatan Keliling

Jumat, 14 September 2012 13:10 WIB
Image Print
Ilustrasi layanan kesehatan (Foto ANTARA)

Dua mobil kesehatan keliling yang juga dilengkapi peralatan USG bagi ibu hamil dan Balita, serta tanggap darurat daerah bencana alam itu, diresmikan oleh Direktur Utama PT TBIG, Herman Setya Budi, didampingi CEO Rumah Zakat Kota Surakarta Nur Efendi, Corporate Communications PT TBIG Wiyanna, Komandan Group II Kapassus Letkol Inf Suhardi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta Siti Wahyuningsih mengawakili Wali Kota Joko Widodo yang berhalangan hadir.

Selain peluncuran mobil kesehatan keliling tersebut, PT TBIG juga membagikan ratuan paket sembako untuk warga kurang mampu di Debegan, Mojosongo, pengobatan gratis, dan donor darah yang dilakukan oleh 75 anggota Group II Kopassus Kandangmenjangan.

Menurut Corporate Communications PT TBIG Wiyanna, bahwa mobil kesehatan keliling tersebut akan melayani beberapa area di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang masih minim akses pelayanan kesehatan, terutama ibu hamil dan balita.

Pada peresmian tersebut, kata dia, sebanyak sekitar 200 pasien warga sekitar mendapat pelayanan pemeriksaan kesehatannya di mobil kesehatan itu.

Dokter di mobil kesehatan keliling TBIG ini, kata dia, akan memberikan pelayanan cek kesehatan bagi ibu hamil, balita, dan lansia, USG untuk ibu hamil, penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat, edukasi pencegahan penyakit, pemberian obat, serta pemberian makanan tambahan balita.

"Target kami dalam setahun mobil kesehatan keliling ini, dapat melayani sebanyak sekitar 7.968 pasien," katanya.

Ia menjelaskan, mobil kesehatan keliling tersebut di Jawa Tengah, akan beroperasi di empat wilayah, yakni (Karanganyar), Ampel (Boyolali), Sukoharjo dan Brigjen Katamso (Solo). Bagi Jawa Timur yakni berkeliling di Kecamatan Ngoro (Mojokerto), Mojosari (Mojokerto), Desa Warugunung (Mojokerto), Dusun Celaket (Mojokerto), Desa Seduri (Mojokerto).

Menurut dia, mobil kesehatan tersebut dilengkapi oleh perlengkapan medis yang cukup memadai seperti USG Mindray, scoop stretcher, mobile stretcher, Oxygen, emergency kit dan first aid kit, suction unit, minor surgery set, dan lain-lain untuk menunjang pelayanan yang diberikan.

Menurut Direktur Utama PT TBIG Herman Setya Budi, bahwa kesehatan masyarakat berperan penting dalam mewujudkan kesejahteraan, sehingga Negera Indonesia akan semakin kuat.

"Kesejahteraan masyarakat berawal dari kesehatan, karena bangsa yang sehat mampu menunjang produktivitas dan berkreativitas dengan baik," kata Herman Setya Budi.

Namun, kata dia, faktanya pada 2009 terdapat 120 juta orang Indonesia terindikasi tidak sehat dengan jumlah 50.000 kematian prematur setiap tahunnya.

Menurut dia, satu dari lima balita menderita kurang gizi, sekitar 14.47 persen penduduk yang kurang mendapatkan asupan dari 1.400 kalori untuk standar minimal orang sehat.

Selain itu, kata dia, pada 2007 sekitar 20 persen kelahiran tidak memiliki akses ke layanan kesehatan yang layak, dan hanya sekitar 30 persen dari ibu menerapkan praktik kesehatan yang baik. Sehingga, banyak ibu-ibu di wilayah terpencil dan kurangnya edukasi terhadap kesehatan menyebabkan mereka melahirkan tidak ditangani oleh dokter atau bidan, dan menyebabkan resiko kematian ibu dan bayi.

Menurut dia, tingginya angka kesakitan merupakan risiko utama, terutama pada penduduk miskin di mana prevalensi infeksi cukup tinggi, asupan gizi buruk, kurangnya akses pelayanan kesehatan yang memadai, serta pemahaman masyarakat terhadap kesehatan yang masih kurang.

Oleh kerena itu, hal tersebut akan menjadi perhatian semua pihak demi mewujudkan masyarakat yang sehat.

"TBIG akan menambah jumlah cakupan mobil-mobil kesehatan keliling itu, tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Kami berharap dapat mendukung percepatan pencapaian tujuan pembangunan millennium di Indonesia (MDGs) tahun 2015," kata Herman menegaskan.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026