
Intel Nilai PC Masih Punya Masa Depan

Perangkat itu memiliki chip berdaya rendah terbaru sebagai tawaran untuk meyakinkan Wall Street lantaran industri komputer PC hanya bersifat sementara.
Pada acara tahunan Intel Developer Forum di San Francisco, perusahaan itu menunjukkan berbagai perangkat mobile yang sebagian besar adalah campuran tablet dan laptop.
Para eksekutif menunjukkan laptop "ultrabook" dengan perampingan bobot dan penambahan fitur pengenal suara, sama dengan fitur yang terdapat pada beberapa ponsel pintar.
Prosesor terbaru Intel yang memiliki kode Haswell dan akan tersemat dalam laptop tahun depan. Prosesor itu akan punya kemampuan lebih baik dalam fitur komputasi dan grafis. Listriknya turun dari 17 watt hingga 10 watt, kata Intel.
Chip itu memungkinkan perangkat memiliki daya tahan baterai lebih lama tanpa perlu mengisi ulang dan Intel mengklaim mobilitas akan menjadi faktor besar dalam komputasi personal.
"Perangkat itu dirancang dengan mobilitas dalam pikiran ... dari tablet ramping untuk ultrabooks untuk desktop berkinerja tinggi," kata General Manager Intel untuk Grup Arsitektur David Perlmutter.
Dalam wawancara dengan Reuters, Perlmutter tidak membahas antara kategori laptop dan tablet dan mengatakan produsen komputer akan menawarkan jangkauan produk mobile lebih luas kepada konsumen dalam beberapa tahun mendatang.
Peluncuran tablet mini Google dan Amazon baru-baru ini adalah contoh pertumbuhan perangkat konsumen yang mengedepankan tren, katanya.
"Akan ada berbagai kebutuhan dengan berbagai solusi. Beberapa orang ingin sesuatu yang sangat jinak, sangat sederhana," kata Perlmutter. "Orang lain membutuhkan kinerja."
Pengawasan Investor
Bagi Intel, memamerkan inovasi terbaru dalam forum pekan ini adalah kunci untuk meyakinkan investor dan pengembang peranti keras bahwa industri PC tetap inovatif dan masih memiliki masa depan.
Perlmutter menunjuk tablet dengan layar besar dan laptop dengan keyboard yang dapat dilepas akan sangat cocok dengan peranti lunak terbaru Microsoft Windows 8 yang menampilkan kekuatan sentuh.
Sejauh ini strategi tablet Intel menyasar Windows 8, tapi Perlmutter mengatakan tablet yang menggunakan prosesor Intel dan paltform Google Android juga sedang dikerjakan.
Prosesor Intel digunakan sekitar 80 persen PC di dunia, tetapi perusahaan yang berbasis di Santa Clara, California lambat beradaptasi membuat chip untuk ponsel pintar dan tablet.
Sekarang Qualcomm Inc dan Samsung Electronics Co Ltd yang merancang chip dengan teknologi hemat listrik berlisensi dari ARM Holdings Plc.
Pasar gabungan PC, ponsel pintar dan tablet diperkirakan akan hampir dua kali lipat selama empat tahun ke depan, namun pangsa prosesor Intel akan berkurang dari 35 persen menjadi 29 persen, menurut laporan pekan ini dari iSuppli IHS.
Pewarta: -
Editor:
Totok Marwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
