Logo Header Antaranews Jateng

Kekeringan, Petani Panen Ikan Lebih Awal

Kamis, 6 September 2012 10:39 WIB
Image Print

"Hingga saat ini sektor perikanan belum terlalu terkena dampak kekeringan, karena bersamaan dengan program Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dalam mengeringkan saluran irigasi," kata Kepala Dintankannak Banjarnegara Dwi Atmadji di Banjarnegara, Kamis.

Menurut dia, hal itu disebabkan petugas penyuluh lapangan (PPL) perikanan sedini mungkin menyosialisasikan tentang pengeringan saluran irigasi yang telah terjadwal.

Oleh karena itu, kata dia, petani pembudidaya ikan telah mengantisipasinya dengan penyelamatan induk-induk ikan maupun memanen ikan lebih dulu.

Data yang dihimpun ANTARA, sektor perikanan budi daya di Banjarnegara membudidayakan 11 jenis ikan, yakni gurami, nila, lele, patin, tawes, bawal, mas, nilem, tambakan, sepat siam, nagri, dan ikan hias.

Komoditas perikanan di Banjanegara terus dikembangkan setelah dicanangkannya wilayah minapolitan Rajapurbawa yang meliputi Kecamatan Rakit, Mandiraja, Purwanegara, Bawang. dan Wanadadi.

Sektor perikanan di Banjarnegara belum termanfaatkan secara maksimal karena dari luas lahan potensial untuk perikanan air tawar yang perairannya lancar sekitar 1.200 hektare, yang dimanfaatkan baru 25 persen saja.

Dalam hal ini, budi daya ikan gurami, mas, lele, dan patin sekitar 300 hektare, sedangkan untuk ikan tawes, mujahir, nila, nagri, dan ikan lainnya baru 75 hektare.

Selain itu, jaring karamba apung baru dimanfaatkan 23 hektare, sedangkan luas yang diizinkan untuk usaha karamba jaring apung sebesar 43,5 hektare.

Areal perkolaman di Banjarnegara baru mencapai 366,21 hektare dan mina padi seluas 58,8 hektare.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026