Logo Header Antaranews Jateng

Test Drive: Honda Brio Si Mungil Bertenaga

Sabtu, 1 September 2012 13:37 WIB
Image Print

Termasuk dalam kelas city car, Brio merupakan mobil yang paling bertenaga diantara para saingannya. Dengan mesin berkapasitas 1.300 cc, sedan buntung terbaru Honda itu bahkan bisa menghasilkan tenaga sebesar 100 ps.

"Brio memiliki platform mesin, transmisi, dan suspensi seperti Honda Jazz di Jepang," kata Manajer Marketing & After Sales Service PT Honda Prospect Motor, Jonfis Fandy.

Dengan tenaga besar itu, Brio bukan hanya bisa dinikmati di dalam kota. Ketika Antaranews berkesempatan menjajalnya dari Jakarta ke Bandung pun city car ini tidak mengalami masalah melewati tanjakan di jalan Tol Cipularang.

Menunggangi Brio tipe E (terlengkap) dengan transmisi otomatis, mobil kami tetap bertenaga meski di jalan menanjak. Dalam kecepatan tinggi pun kendali stir tidak goyang, efek sistem Rack & Pinion serta Electric Power Steering (EPS) benar-benar terasa menstabilkan mobil.

Ketika harus berhadapan dengan truk dan mobil-mobil besar lain di jalan city car ini juga lincah meliuk-liuk. Meski secara fisik Brio lebih lebar sedikit dari Nissan March dan KIA Piccanto, namun hal itu tidak terlalu mempengaruhi mobil ini untuk menyelip di kemacetan.

Ketika meliuk di jalanan Kota Bandung, Brio juga irit bahan bakar dengan rata-rata 13.2 Kilometer/liter. Sedangkan untuk perjalan luar kota lewat tol Cipularang dari Jakarta ke Bandung, mesin i-VTEC dan teknologi pedal gas Drive by Wire membuat rata-rata bensin yang habis menjadi lebih irit lagi yaitu 16.8 kilometer/liter.

Suspensi mobil ini juga cukup nyaman ketika harus melewati jalan berlubang atau polisi tidur.

Sistem keselamatan Brio
Brio merupakan mobil termurah yang dipatok Honda seharga Rp 149 juta sampai Rp 170 juta, tergantung kelas dan transmisinya. Harga murah tersebut, nampaknya tidak menjadi alasan untuk menghilangkan sistem keselamatan umum seperti standar yang diberikan oleh Henda pada mobil-mobil lainnya.

City car ini tetap memiliki Air Bag untuk menjaga kesematan penumpang dari benturan. Selain itu, sistem pengereman Brio juga telah dilengkapi ABS dan EBD, dengan rem cakram untuk roda depan.

"Mobil kecil identik dengan mobil murah, tapi Brio itu dilengkapi dua air bag (pengemudi dan penumpang), rem ABS, safety," kata Jonfis.

Kelebihan itulah yang tidak dimiliki oleh mobil city car lain seperti KIA Picanto dan Daihatsu Sirion. Meski memang harga Brio lebih tinggi sedikit dari kedua mobil kompetitornya tersebut.

Ketika memasuki sebuah city car, pasti bayangan awal adalah sempit. Brio memang punya tempat yang terbatas, namun tidak sesempit yang diperkirakan.

Kaki penumpang depan pun masih bisa selonjor, tanpa menabrak dashboard. Lalu penumpang belakang juga tidak perlu takut kakinya membentur kursi depan, karena ada desain khusus yang membuat penumpang belakang tetap merasa nyaman.

Hanya saja, memang tempat duduk hanya diperuntukkan untuk empat orang saja. Jika dipaksakan lebih dari itu, maka tidak akan muat dan jauh dari kesan nyaman.

Ketika sudah duduk di kursi pengemudi, kesan mobil kecil hilang jika melihat besarnya kaca depan. Sementara itu kaca belakang juga didesain luas, sehingga memudahkan jika ingin melihat dari kaca spion.

Perasaan luas dari dalam Brio itu memang cukup nikmat untuk berkendara di dalam kota. Hanya saja jika keluar kota, kendala-kendala layaknya sebuah city car memang tidak bisa dihilangkan begitu saja.

Terlebih jika melakukan perjalanan mudik dengan kursi penumpang penuh, tentunya bagasi yang kecil sangat membatasi. Brio paling cocok dilakukan untuk perjalanan jauh dua orang saja, sehingga kursi belakang bisa dilipat untuk memasukkan banyak barang.

Bising
Salah satu faktor yang mengurangi kenyamanan Brio adalah kebisingannya. Terutama Antaranews sangat merasakan ketidaknyamanan itu ketika sedang berada dalam kecepatan tinggi.

Sentuhan ban dengan aspal atau beton jalan begitu terasa bunyinya sampai ke dalam mobil. Brio sepertinya tidak mempunyai sistem peredam suara yang baik.

Hal itu sebenarnya cukup mengganggu, terlebih jika tidak sedang menyalakan radio atau pemutar CD. Memutar musik agaknya bisa jadi solusi untuk menghilangkan kesan menggangu itu, karena Brio dilengkapi audio yang cukup baik dengan empat speaker.

Selain itu, AC yang cukup sejuk di city car ini juga bisa menjadikan sebuah kenyamanan tersendiri untuk mengabaikan suara bising tersebut.



Pewarta:
Editor: Totok Marwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026