
Pedagang Mainan Kayu Bertahan

Seorang pedagang mainan mobil dari kayu di kawasan Tuntang, Salatiga Dadang (38), di Salatiga, Senin, mengaku dirinya telah berjualan mainan mobil dari kayu itu sejak delapan tahun lalu dan saat ini tetap memilih bertahan.
Ia mengakui penjualan mainan mobil dari kayu saat ini terus mengalami penurunan, terutama sejak bermunculan mainan mobil modern yang terbuat dari plastik, di tambah mainan mobil canggih menggunakan "remote control".
Meski demikian, ia dan rekan-rekan lainnya yang berjualan mainan kayu di kawasan Tuntang, Salatiga, tetap setia menyediakan mainan mobil dari kayu yang bersanding dengan berbagai barang dagangannya yang lain.
"Walaupun sekarang ini sudah banyak anak-anak yang bermain dengan mainannya yang canggih, seperti mainan mobil 'remote control' tetap saja masih ada yang mencari mainan mobil berbagai model dari kayu," katanya.
Bentuk mainan mobil dari kayu yang dijualnya beraneka model, tetapi kebanyakan berbentuk truk dan bus yang dimainkan dengan cara ditarik menggunakan tali ataupun bisa langsung dimainkan dengan tangan begitu saja.
"Biasanya, mereka yang membeli mainan ini (mobil-mobilan kayu, red.) dari kalangan menengah ke bawah yang tidak kuat membeli mainan mahal. Kalau mainan kayu ini jauh lebih murah, bisa ditawar lagi," katanya.
Untuk mainan kayu model truk berukuran kecil, ia menjualnya dengan harga Rp25.000 per unit, model truk berukuran besar ditawarkan seharga Rp100.000, sedangkan model bus dijual di kisaran Rp50.000.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
