
Pemudik Harus Istirahat Dua Jam Sekali

"Istirahatlah sebentar jika sudah dua jam perjalanan," kata Koordinator Safety Riding dan Analis PT Astra Internasional Tbk Honda Cabang Semarang Oke Desiyanto di Semarang, Kamis.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara diskusi yang diselenggarakan LKBN ANTARA Biro Jawa Tengah dengan tema "Safety Riding Cara Aman Berkendara" di RM Elryna Semarang.
Oke Desiyanto mengatakan bahwa sebenarnya kasus kecelakaan lalu lintas terjadi karena tiga hal, yakni faktor manusia, kendaraan, dan lingkungan.
Terkait dengan kendaraan, sebelum berkendara atau mengemudi seharusnya dipersiapkan kendaraan, baik roda, rem, kemudi, kelistrikan dan lampu, klakson, mesin, maupun fitur kenyamanan dan keselamatan lainnya.
"Akan tetapi, banyak kasus sebelum berkendara atau mengemudi jarang yang melakukan pengecekan," katanya.
Pada saat berkendara atau mengemudi, lanjut Oke Desiyanto, pengemudi atau pengendara harus memperhatikan kecepatan, temperatur, dan meter bahan bakar minyak (BBM).
"Pengemudi dan pengendara juga harus tahu 4 T pada saat di pertigaan, yakni tunggu, tengok kanan, tengok kiri, kemudian tengok kanan kembali. Jadi, jangan sampai hanya menengok kanan dan kiri, kemudian terjadi kecelakaan," katanya.
Terkait dengan faktor manusia, dia mengatakan bahwa saat berkendara atau mengemudi harus mengutamakan keselamatan dengan mematuhi rambu dan aturan lalu lintas, serta berkonsentrasi.
Dalam acara tersebut hadir juga sebagai narasumber Kasubdit Dikyasa Polda Jateng AKBP Indra Darmawan, Kabid Angkutan Jalan Dishubkominfo Jateng Untung Sirinata, dan Kabag Pelayanan Klaim PT Jasa Raharja Sukirno.
Perseroan Terbatas (PT) Astra Motor Semarang juga menyediakan simulator dan mendapat perhatian dari para pengunjung dengan bergantian mengoperasikannya.
Pewarta: Nur Istibsaroh
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
