
Waspadai Semburan Gas Alam

"Untuk memanfaatkan semburan gas alam yang mulai muncul di beberapa titik, tidak boleh asal karena bisa menimbulkan ledakan," ujarnya di Kudus.
Ia berharap, masyarakat yang hendak memanfaatkan semburan gas alam untuk kepentingan sehari-hari, seperti memasak terlebih dahulu berkoordinasi dengan instansi terkait guna menghindari kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Terkait dengan kandungan gas di daerah tersebut, Erdi mengaku, belum mendapatkan data secara rinci.
Semburan gas alam di Desa Karanganyar, Kecamatan Purwodadi, berawal ketika pekerja penggali sumur bor di kompleks Yayasan Yatama.
Ketika pengeboran mencapai kedalaman 38 meter, tercium bau gas yang menyengat hingga keluar gas dan berapi.
Berdasarkan hasil penelitian Balai Energi dan Sumber Daya Mineral (BESDM) Wilayah Kendeng Muria, gas alam tersebut dimungkinkan tidak berbahaya ketika keluar di alam terbuka karena telah terurai dengan gas-gas lain.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
