Logo Header Antaranews Jateng

Temu Etos Jadi Perekat Jaringan

Senin, 16 Juli 2012 14:41 WIB
Image Print
Para penerima Beastudi Etos bersama alumni dalam pertemuan di Semarang, Jumat (14/7)

"Ini pertemuan tahunan. Acara ini tidak hanya mempererat jalinan silaturahmi antarmereka, tetapi juga bisa jadi jejaring antarmereka termasuk yang sudah lulus," kata Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini seusai acara yang berlangsung di Balai Kota Semarang, Senin.

Hingga saat ini Dompet Dhuafa sudah mampu memberikan beastudi etos kepada sekitar 1.600 orang (alumni) dan saat ini yang masih menerima beasiswa sekitar 400 orang.

Mereka para penerima manfaat beastudi adalah dari 14 perguruan tinggi yang ada di 12 daerah, karena ada satu daerah yang terdapat dua perguruan tinggi.

Sebanyak 14 Perguruan Tinggi tersebut yakni Universitas Indonesia, Universitas Andalas, Institut Pertanian Bogor, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung, Universitas Diponegoro, Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, Universitas Mulawarman, Universitas Syah Kuala, dan Universitas Sumatera Utara.

"Mereka tidak hanya sekadar mendapatkan beasiswa, tetapi juga mendapatkan bantuan pendanaan seperti biaya masuk perguruan tinggi, SPP tahun pertama, Uang saku selama tiga tahun, juga akomodasi asrama," katanya.

Ahmad Juwaini menambahkan para penerima manfaat beasstudi Etos juga mendapatkan pembinaan asrama (harian) mulai dari pembinaan akhlak dan keagamaan, diskusi kompetensi, bahasa Inggris, pemantauan dan asistensi akademik.

Kemudian pembinaan rutin (mingguan) seperti pelatihan kepemimpinan, manajemen diri dan organisasi, pelatihan komunikasi, kewirausahaan, kunjungan tokoh, dan penyelenggaraan event organizer.

Untuk pembinaan tahunan (Temu Etos Nasional) diselenggarakan seminar, pelatihan, kunjungan, diskusi, kompetisi etoser, dan outbond.

Seminar kali ini mengangkat tema "Optimalisasi Sumber Daya Menuju Kemandirian Bangsa" dan "public training" disampaikan Reza M Syarif yang merupakan Grandmaster Motivasi serta Penggagas Maha Intelligence Model dan Maha Linguistic Program.

Dalam kesempatan tersebut juga diisi dengan penampilan seni dan budaya unggulan daerah sejumlah penerima manfaat beasiswa, penampilan Awan Voice, dan peluncuran Kantor Dompet Dhuafa Jawa Tengah.



Pewarta:
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026