Logo Header Antaranews Jateng

Pemprov Jateng perkuat mutu layanan PAUD lewat Modul Emas

Senin, 3 Agustus 2026 19:16 WIB
Image Print
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. ANTARA/HO-Pemprov Jateng

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat mutu layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) melalui peluncuran Buku Pedoman dan Modul PAUD Berbasis Masyarakat untuk Generasi Indonesia Emas (Emas).

"Pendidikan itu dimulai sejak lahir. Tantangannya sekarang adalah bagaimana mengembangkan pendidikan, pendampingan, dan program yang tepat bagi anak-anak maupun pendidik di tingkat PAUD," kata Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, di Semarang, Senin.

Hal tersebut disampaikan sosok yang akrab disapa Gus Yasin tersebut pada peluncuran Buku Pedoman dan Modul PAUD Emas, serta kerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Menurut dia, upaya penguatan PAUD tersebut dilakukan demi mengoptimalkan tumbuh kembang dan karakter anak sejak usia dini.

Ia mengingatkan pentingnya PAUD sebagai pondasi pembentukan karakter generasi masa depan. Pendidikan sejak dini penting untuk mengembangkan potensi, kemampuan motorik, hingga karakter anak.

Buku Pedoman dan Modul PAUD Emas yang diinisiasi Bunda PAUD Jateng bersama Dinas Pendidikan Jateng tersebut akan diterapkan melalui proyek percontohan di empat desa di empat kabupaten.

Selain itu, ia juga menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Bunda PAUD Jateng dengan Fakultas Psikologi Undip yang dinilai penting untuk memperkuat pendampingan psikologis bagi anak.

Dari pelaksanaan program dokter spesialis keliling (Speling), keterlibatan psikolog menemukan berbagai persoalan yang dihadapi anak, mulai dari perundungan (bullying) hingga kekerasan yang terjadi baik di sekolah maupun lingkungan sekitar.

"Karena itu perlu ada terobosan, pencerahan, dan pendampingan. Kehadiran buku pedoman ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan PAUD yang bebas dari kekerasan dan bullying," katanya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan di PAUD tidak boleh membebani anak dengan materi pelajaran, namun suasana belajar harus dibuat menyenangkan agar anak merasa nyaman dan senang datang ke sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jateng Sadimin mengatakan rapat koordinasi itu bertujuan meningkatkan sinergi program kerja Bunda PAUD provinsi dengan Bunda PAUD kabupaten/kota untuk memperkuat akses dan mutu layanan PAUD.

Menurut dia, PAUD merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, kemandirian, kemampuan berkomunikasi, kreativitas, serta kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan dasar.

"Penyelenggaraan PAUD tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab satuan pendidikan. Dibutuhkan keterlibatan keluarga, masyarakat, pemerintah desa, pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi profesi, serta seluruh pemangku kepentingan," katanya.

Ia menegaskan Bunda PAUD memiliki peran strategis sebagai penggerak, pengayom, dan pemersatu berbagai potensi daerah untuk memastikan setiap anak memperoleh layanan PAUD yang aman, menyenangkan, inklusif, dan berkualitas.

Diharapkan, PAUD Emas menjadi gerakan bersama untuk memperkuat PAUD berbasis masyarakat dan desa dan membangun ekosistem pendidikan yang berpusat pada anak, sekaligus mendukung pelaksanaan program wajib belajar satu tahun prasekolah di Jateng.



Baca juga: Tanamkan kepedulian lingkungan, KKN UIN Walisongo gelar sosialisasi pilah sampah di SDN 4 Banyubiru



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026