
Demak luncurkan Desa Siaga TBC

Demak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, meluncurkan program Desa Siaga Tuberculosis (TBC) untuk memperkuat upaya penemuan dan penanganan kasus TBC secara menyeluruh hingga tingkat desa, Jumat.
"Kasus TBC masih menjadi masalah yang belum selesai. Pemerintah sudah mencanangkan eliminasi TBC tahun 2030, sehingga salah satu upaya yang dilakukan melalui Desa Siaga TBC," kata Bupati Demak Eisti'anah saat peluncuran Desa Siaga TBC di Desa Doreng, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Jumat.
Ia mengungkapkan penanganan TBC tidak dapat dilakukan oleh Dinas Kesehatan semata, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
Oleh karena itu, program Desa Siaga TBC melibatkan pemerintah desa, tenaga kesehatan, babinsa, bhabinkamtibmas, serta berbagai komponen masyarakat lainnya.
Salah satu fokus utama program tersebut, meningkatkan penemuan kasus TBC di masyarakat. Setelah ditemukan, pasien akan didampingi menjalani pengobatan hingga tuntas guna memutus rantai penularan.
Selain itu, petugas melakukan pelacakan kontak terhadap anggota keluarga yang tinggal serumah dengan penderita TBC. Langkah tersebut dinilai penting karena penyakit TBC mudah menular melalui kontak erat dalam satu rumah.
"Setelah dilakukan pelacakan, anggota keluarga yang tinggal serumah akan menjalani skrining dan pemeriksaan. Jika hasilnya positif TBC maka akan diobati sampai tuntas. Jika negatif, akan diberikan terapi pencegahan TBC selama tiga bulan dengan konsumsi obat seminggu sekali," ujarnya.
Ia mengungkapkan jumlah kasus TBC baru di Kabupaten Demak setiap tahun mencapai lebih dari 2.000 kasus. Kasus tersebut terdiri atas TBC sensitif obat maupun TBC resisten obat.
Meski demikian, dia menegaskan kedua jenis TBC tersebut tetap dapat disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan sesuai ketentuan medis.
Menurut Eisti'anah, semakin banyak kasus TBC yang ditemukan justru menunjukkan sistem deteksi berjalan bai sehinggamsemakin banyak penderita yang dapat segera mendapatkan pengobatan hingga sembuh.
"Semakin banyak ditemukan semakin bagus, bukan berarti semakin buruk. Karena setelah ditemukan bisa langsung diobati sampai tuntas. Kemudian keluarga yang kontak erat juga diperiksa dan diberikan pengobatan atau pencegahan sesuai hasil pemeriksaan," ujarnya.
Ia berharap, program Desa Siaga TBC yang diawali di Desa Doreng tersebut dapat diterapkan di seluruh desa di Kabupaten Demak.
Dengan keterlibatan masyarakat dan pemerintah desa, upaya penemuan kasus, pengobatan, serta pencegahan penularan TBC dapat berjalan lebih optimal.
"Harapannya semua desa di Demak dapat mengikuti program ini sehingga bersama-sama kita bisa menemukan lebih banyak kasus untuk diobati sampai tuntas dan target eliminasi TBC tahun 2030 benar-benar terwujud," ujarnya.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
