Logo Header Antaranews Jateng

Personel AS kecewa sebut tak ingin mati demi Israel

Senin, 23 Maret 2026 13:32 WIB
Image Print
Pengemudi yang berasal dari Jerman mengisi jerigen bensin di sebuah SPBU di Slubice, Polandia, Senin (16/03/2026). Warga Jerman beramai-ramai ke Polandia untuk mendapatkan bahan bakar yang lebih murah di tengah ketegangan Timur Tengah. ANTARA FOTO/Xinhua/Zhang Haofu/agr

Moskow (ANTARA) - Beberapa personel militer AS kecewa dengan kampanye serangan militer terhadap Iran dan mengatakan mereka "tidak ingin mati untuk Israel," demikian laporan situs web HuffPost dengan mengutip sejumlah sumber.

Publikasi tersebut, yang mewawancarai personel militer, pasukan cadangan AS, dan organisasi hak asasi manusia yang membela personel militer, mengeklaim bahwa beberapa personel yang terlibat dalam konflik ini mengeluh tentang kerentanan, stres berat, tekanan psikologis, dan rasa frustrasi, hingga mereka bahkan mempertimbangkan untuk meninggalkan karier kemiliteran.

"Saya mendengar dari mulut para anggota militer kata-kata, 'Kami tidak ingin mati untuk Israel — kami tidak ingin menjadi pion-pion politik,'" kata seorang pasukan cadangan dan mentor prajurit muda seperti dikutip dalam laporan tersebut.

Dalam laporan itu disebutkan pula bahwa anggota pasukan cadangan lain, yang tetap berhubungan dengan militer yang terlibat dalam konflik tersebut, juga berbicara kepada Huffpost tentang tren serupa.

Publikasi tersebut menekankan bahwa ketidakpuasan di dalam militer AS terkait dengan operasi Washington di Timur Tengah, serta masalah moral di antara para anggota militer, dapat membuat kampanye tersebut semakin mungkin untuk tidak berhasil.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026