Logo Header Antaranews Jateng

Bulog Banyumas memperkuat stabilisasi harga beras jelang Lebaran

Senin, 26 Januari 2026 08:39 WIB
Image Print
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas Prawoko Setyo Aji. ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto, Jateng (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Banyumas, Jateng, memperkuat stabilisasi harga beras guna melindungi daya beli masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Pemimpin Perum Bulog Kancab Banyumas Prawoko Setyo Aji di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin, mengatakan upaya stabilisasi dilakukan melalui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) meskipun penugasan pendistribusian Bantuan Pangan Tahun 2026 masih dalam proses.

"Fokus kami saat ini adalah menjaga agar harga beras tetap stabil. Penyaluran SPHP terus dilakukan sambil menunggu penugasan bantuan pangan," katanya menegaskan.

Ia mengatakan Bulog Banyumas memiliki stok beras yang aman karena mencapai kisaran 58 ribu ton, sehingga mampu menopang kebutuhan masyarakat sekaligus meredam potensi gejolak harga menjelang Lebaran.

Di sisi lain, kata dia, petani di wilayah kerja Bulog Banyumas akan segera memasuki masa panen raya pada pertengahan Februari hingga April 2026.

"Insya Allah harga beras di pasaran menjelang Lebaran tetap terkendali," katanya menegaskan.

Terkait dengan penyaluran beras SPHP, dia mengatakan hal itu dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta outlet binaan Perum Bulog seperti Rumah Pangan Kita (RPK) agar beras dapat langsung menjangkau masyarakat dengan harga terjangkau.

"Selama Januari 2026, realisasi penyaluran beras SPHP di wilayah kerja Bulog Banyumas mencapai 955 ton, sementara akumulasi penyaluran sejak awal 2025 tercatat hampir 17 ribu ton," katanya.

Prawoko mengimbau pedagang menjual beras SPHP sesuai ketentuan harga maksimal Rp12.500 per kilogram.

Harga tersebut diharapkan mampu memberikan efek stabilisasi pasar sehingga harga beras medium tidak melampaui harga eceran tertinggi (HET) Rp13.500 per kilogram.

Ia menegaskan stabilisasi harga pangan tersebut merupakan arahan langsung Menteri Pertanian dan Menteri Koordinator Bidang Pangan.

"Stabilisasi harga pangan adalah prioritas. Naik tidak boleh, turun boleh. Untuk itu, Bulog Banyumas bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen menjaga harga tetap terkendali agar masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan tenang," kata Prawoko.



Baca juga: Bulog Banyumas memperkuat mitra kerja hadapi penyerapan panen raya



Pewarta :
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026