Logo Header Antaranews Jateng

Gelombang Perairan Selatan Jateng-DIY 3,5 Meter

Minggu, 13 Mei 2012 14:28 WIB
Image Print
ilustrasi gelombang laut

"Ketinggian gelombang tersebut kemungkinan terjadi akibat adanya peningkatan kecepatan angin di selatan Nusa Tenggara, Jawa Timur, dan Jawa Tengah dalam dua hari ke depan yang tiupannya cenderung searah. Selanjutnya, tinggi gelombang kembali menurun," kata prakirawan cuaca Stasiun Meteorologi Cilacap Teguh Wardoyo, di Cilacap, Minggu.

Dia mengatakan, tinggi gelombang signifikan di wilayah pantai selatan Jateng-DIY pada 14-15 Mei diprakirakan 0,5-1,5 meter dan tinggi gelombang maksimum 0,75-2,5 meter dengan kecepatan angin 5-18 knots yang bertiup dari arah timur hingga tenggara.

Sementara di wilayah Samudera Hindia selatan Jateng-DIY, kata dia, tinggi gelombang signifikan diprakirakan 1,25-2 meter dan tinggi gelombang maksimum 2-3,5 meter dengan kecepatan angin 12-22 knots yang bertiup dari arah timur hingga tenggara.

Menurut dia, tinggi gelombang tersebut berbahaya bagi perahu nelayan berukuran kecil.

Oleh karena itu, dia mengimbau nelayan berperahu kecil untuk mewaspadai kemungkinan datangnya gelombang setinggi 3,5 meter saat melaut.

"Wisatawan yang berkunjung ke pantai terutama wilayah pantai yang terhubung langsung dengan laut lepas diimbau untuk tidak mandi atau berenang karena gelombang setinggi 2,5 meter dapat datang sewaktu-waktu," katanya.

Disinggung mengenai kondisi cuaca di wilayah selatan Jateng, dia mengatakan, secara umum diprakirakan berawan sebagian hingga berawan dan berpeluang terjadi hujan ringan hingga sedang antara sore hingga pagi hari.

Khusus untuk wilayah Cilacap bagian selatan, kata dia, peluang hujan terjadi pada malam hingga pagi hari, sedangkan peluang hujan di wilayah Cilacap bagian utara dan Banyumas diprakirakan terjadi pada sore hingga malam hari.

"Peluang hujan pada sore hingga malam hari ini yang perlu diwaspadai karena bisa disertai angin puting beliung terutama jika cuaca pada pagi hari terlihat cerah dan panas," katanya.

Menurut dia, angin puting beliung masih berpotensi di masa pancaroba karena pemanasan lokal masih sering terjadi secara signifikan.

Berdasarkan pengamatan di Cilacap selama dasarian (10 hari, red.) pertama bulan Mei, kata Teguh, tercatat lima hari hujan dengan curah yang mencapai 100 milimeter lebih.

"Bahkan, pada 8-11 Mei sama sekali tidak terjadi hujan, namun hari ini (Minggu, red.) terjadi hujan. Selama masa transisi atau pancaroba, peluang hujan memang tidak merata," katanya.



Pewarta:
Editor: hernawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026