Logo Header Antaranews Jateng

ISETH 2025 UMS angkat isu interdisipliner untuk masa depan penelitian global

Rabu, 10 Desember 2025 15:27 WIB
Image Print
ISETH 2025 UMS angkat isu interdisipliner untuk masa depan penelitian global di Solo, Jawa Tengah, Rabu (10/12/2025). ANTARA/HO-UMS

Solo (ANTARA) - Penyelenggaraan International Summit on Science, Technology, and Humanities (ISETH) 2025 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengangkat isu interdisipliner untuk masa depan penelitian global.

Kegiatan yang dibuka oleh Rektor UMS Prof. Harun Joko Prayitno, M.Hum., di Ruang Seminar lantai 7 Gedung Induk Siti Walidah UMS Solo, Jawa Tengah, Rabu tersebut mengukuhkan posisi sebagai kampus dengan reputasi global. Tema yang diangkat pada pelaksanaan ISETH kali ini yakni Strategic Roles of University and Academia in Supporting Country Development.

Dalam sambutan pembukanya, Rektor UMS menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya forum akademik internasional yang dihadiri peserta dari berbagai belahan dunia.

“Kami mengucapkan selamat datang di kampus kami. Suatu kehormatan bagi kami menyambut tamu, pembicara, dan peneliti dari 33 negara untuk bersama-sama berkontribusi dalam forum ini,” ujar Harun.

Rektor menegaskan perkembangan sains, teknologi, dan humaniora menjadi isu strategis yang perlu dibahas secara kolaboratif melalui peran universitas dan komunitas akademik global. Ia juga menyampaikan capaian internasional UMS yang menunjukkan kenaikan signifikan, termasuk keterlibatan UMS dalam radar THE World University Rankings 2026 dan raihan 7 Stars QS Rating, serta kontribusi penelitian yang terus meningkat.

Tidak hanya itu, UMS memperkuat posisinya sebagai kampus berbasis STEM, dengan 68 persen program studi berada pada rumpun tersebut.

“Komitmen UMS adalah menjadi World Class University pada 2029, karena itu kami terus memperluas kolaborasi internasional dan mendorong peningkatan publikasi, riset, serta pengabdian,” jelasnya.

Rektor UMS juga mengungkapkan dari total anggaran UMS sekitar Rp1 triliun, hampir 15 persen dialokasikan untuk penelitian dan pengabdian masyarakat yang mencakup pengembangan teknologi, publikasi ilmiah, dan program pemberdayaan.

Ketua Panitia ISETH 2025 Prof. Ir. Sarjito, M.T., Ph.D., dalam laporannya menyampaikan penyelenggaraan ISETH tahun ini menghadirkan perkembangan signifikan.

“ISETH 2025 menawarkan 17 sub-konferensi lintas disiplin, dari engineering, science, education, health, psychology, law, hingga Islamic studies. Tahun ini, sebanyak 865 paper dipresentasikan dalam seluruh sesi,” jelasnya.

Ia menambahkan peserta internasional yang ikut serta berasal dari 33 negara, di antaranya Australia, Belanda, Jepang, Malaysia, Turki, Singapura, Ghana, India, Pakistan, Inggris, hingga negara-negara di Afrika, Eropa, dan Oceania. Menurutnya, kolaborasi lintas negara ini menjadi bukti meningkatnya visibilitas akademik UMS di tingkat global.

“ISETH menjadi ruang interdisipliner yang mempertemukan ilmuwan, pendidik, peneliti sosial, dan inovator untuk berbagi gagasan, metode, dan solusi yang berdampak bagi humaniora,” tambahnya.

Sarjito juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia sub-konferensi, moderator, peneliti, reviewer, serta relawan yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan acara.

ISETH 2025 menghadirkan deretan pembicara utama tingkat dunia, di antaranya Prof. Dr. Mohd Azizuddin Mohd Sani dari Universiti Utara Malaysia, Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A. dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, dan Prof. Bambang Setiaji dari Majelis Diktilitbang Muhammadiyah.

Dengan partisipasi akademisi global dan sajian riset terbaru, Sarjito berharap ISETH 2025 mampu memperkuat jejaring kolaborasi internasional serta membuka peluang penelitian baru yang berdampak luas.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026