Logo Header Antaranews Jateng

BI Jateng proyeksikan pertumbuhan ekonomi 2026 capai 4,9-5,7 persen

Sabtu, 29 November 2025 05:40 WIB
Image Print
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Nita Rachmenia saat Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025, di Semarang, Jumat (28/11/2025). ANTARA/HO-BI

Semarang (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut pada 2026 di kisaran 4,9-5,7 persen, dengan inflasi yang tetap terjaga.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Perwakilan BI Jateng Nita Rachmenia di Semarang, Jumat, menyampaikan bahwa perekonomian Jateng tetap tumbuh solid di tengah ketidakpastian global.

Hal tersebut disampaikan Nita saat kegiatan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Semarang, yakni high level event tahunan untuk menyampaikan pandangan BI mengenai kondisi perekonomian, tantangan yang dihadapi, serta arah kebijakan ke depan.

Pada triwulan III 2025, ekonomi Jateng tumbuh 5,37 persen (year over year/yoy), meningkat dari 5,28 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya, dan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 5,04 persen (yoy).

Menurut dia, capaian tersebut mencerminkan fundamental ekonomi Jateng yang kuat didukung oleh sinergi erat antara Pemerintah Provinsi Jateng, BI, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga momentum pertumbuhan.

Untuk realisasi investasi Jawa Tengah hingga September 2025, mencapai Rp66,13 triliun. Hal itu menunjukkan kuatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha daerah yang kompetitif dan produktif.

Melalui platform KERIS Jateng, kolaborasi penguatan investasi diproyeksikan terus berlanjut untuk mendorong transformasi sektor industri pengolahan, tekstil, alas kaki, furnitur, makanan dan minuman, pariwisata, hingga energi terbarukan.

Ia mengatakan bahwa sinergi erat antara Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), BI, dan pemerintah daerah juga menjaga inflasi Jateng tetap berada dalam rentang sasaran 2,5 plus minus 1 persen.

Nita mengatakan Jateng terus memperkuat ekosistem ekonomi digital dan sistem pembayaran, yang kini didukung lebih dari 8,09 juta pengguna QRIS serta hampir 1 miliar transaksi nontunai hingga Oktober 2025.

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jateng Agus Prasutio yang mewakili Wakil Gubernur Jateng menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Pemprov Jateng, BI, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas perekonomian daerah.

Hingga September 2025, kata dia, pertumbuhan ekonomi Jateng tercatat sebesar 5,37 persen, dengan realisasi investasi sebesar Rp66,13 triliun mencerminkan fundamental ekonomi yang kuat.

Penguatan UMKM, percepatan digitalisasi, dan pengendalian inflasi pangan secara end-to-end yang dilakukan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan ekonomi Jateng bertujuan untuk mendorong perekonomian agar berdaya tahan tinggi, tumbuh lebih inklusif dan hijau.

Pada kesempatan itu, para peserta juga mengikuti siaran PTBI nasional yang dihadiri Gubernur BI Perry Warjiyo dan Presiden RI Prabowo Subianto, beserta para menteri Kabinet Merah Putih.

Dalam PTBI 2025, Provinsi Jateng meraih penghargaan sebagai TPID Provinsi Berkinerja Terbaik 2025 untuk kawasan Jawa-Bali.

Kemudian, PTBI 2025 di Jateng dirangkaikan dengan pemberian apresiasi sebagai bentuk penghargaan kepada para mitra strategis yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kebijakan BI di daerah.

Turut hadir, antara lain anggota Komisi C DPRD Jateng, Wali Kota Salatiga, Bupati Semarang, Wakil Walikota Solo, Kepala OJK Regional 3 Jateng dan DIY, Plt. Kepala BPS Jateng, Kepala Perwakilan BI Solo, Tegal, dan Purwokerto.



Baca juga: BI Jateng gelar bedah buku ketiga "Refleksi Tiga Zaman"



Pewarta :
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026