Kudus (ANTARA) - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Kudus, Jawa Tengah, terus mengoptimalkan produktivitas agen penggerak jaminan sosial Indonesia (Perisai) dalam upaya meningkatkan jumlah tenaga kerja aktif bukan penerima upah (TK BPU) di wilayah kerjanya.
"Kami menilai jalur keagenan perisai cukup efektif menjangkau pekerja sektor informal. Sehingga mereka memiliki peran strategis sebagai mitra BPJS Ketenagakerjaan dalam memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan," kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Kudus Vinca Meitasari di Kudus, Kamis.
Menurut dia agen perisai merupakan perpanjangan tangan BPJAMSOSTEK atau BPJS Ketenagakerjaan dalam mengedukasi program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat yang lebih luas, khususnya pekerja informal.
Ia menambahkan keberadaan agen perisai juga sejalan dengan visi BPJS Ketenagakerjaan untuk mewujudkan penyelenggaraan jaminan sosial yang terpercaya, berkelanjutan, dan menyejahterakan seluruh pekerja Indonesia.
"Peran mereka dinilai sangat strategis dalam memberikan edukasi hingga memfasilitasi pekerja informal untuk mendaftar program perlindungan," ujarnya.
Sebagai upaya penguatan peran tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Kudus menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) produktivitas keagenan perisai. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (19/11) tersebut dihadiri oleh 45 agen yang selama ini menjadi mitra aktif dalam mendukung perluasan perlindungan jaminan sosial.
Dalam forum tersebut, para agen diberi ruang untuk menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, sekaligus berdiskusi mencari solusi bersama. Kegiatan ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman antar agen serta sarana mendapatkan informasi terbaru terkait program-program BPJS Ketenagakerjaan.
Melalui kegiatan monev, diharapkan para agen perisai semakin aktif, produktif, dan bersemangat dalam menjalankan tugasnya, terutama dalam mensosialisasikan manfaat jaminan sosial kepada masyarakat pekerja informal.
"Dengan peran aktif para agen ini, kami berharap perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan semakin meluas dan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan pekerja informal di Kabupaten Kudus," ujarnya.

