
Pemkot : 25 mesin pompa bekerja sedot banjir Kota Semarang

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang mencatat setidaknya 25 mesin pompa dengan berbagai kapasitas dan ukuran telah dioperasikan untuk menyedot banjir yang menggenangi berbagai tempat di ibu kota Provinsi Jawa Tengah itu.
"25 mesin pompa dari berbagai instansi, kapasitas total mencapai 25 ribu liter per detik," kata Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng di Semarang, Jumat.
Dia menjelaskan koordinasi dan komunikasi sudah dilakukan dengan berbagai pemangku kepentingan dalam upaya mengurangi genangan banjir.
Ia menjelaskan 25 mesin pompa tersebut tersebar di empat lokasi, yakni Sringin, Terboyo, Tenggang, dan Pasar Waru.
Ia mengatakan pengoperasian mesin-mesin pompa tersebut telah dioptimalkan.
Meski demikian, ia mengakui, masih ada mesin pompa belum bisa dioperasikan akibat masih dalam proses konstruksi.
Ia mencontohkan mesin pompa di Pasar Waru yang masih dalam proses konstruksi sehingga harus didatangkan mesin dari daerah lain agar genangan banjir bisa langsung mengalir ke Kanal Banjir Timur Semarang
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Semarang, ujar dia, dipicu curah hujan tinggi selama beberapa hari terakhir.
Agustina telah memerintah seluruh petugas yang bertanggung jawab untuk secara bergantian memantau ketinggian air serta kerja mesin-mesin pompa tersebut.
Ia juga meminta para lurah dan camat untuk terjun langsung mengecek kondisi lapangan tanpa harus menunggu laporan.
Hujan dengan intensitas rendah hingga sedang yang mengguyur Kota Semarang pada beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir di beberapa wilayah di Kecamatan Genuk dan Gayamsari.
Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
