Logo Header Antaranews Jateng

Rupiah Rabu Pagi Melemah Jadi Rp9.183,00

Rabu, 28 Maret 2012 10:04 WIB
Image Print


Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Rabu pagi melemah sebesar tiga poin menjadi Rp9.183,00 daripada sebelumnya di posisi Rp9.180,00 per dolar AS.

"Kembali menyeruaknya kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan ekonomi China menekan nilai tukar domestik terhadap dolar AS," kata Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan bahwa penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) masih membayangi pergerakan nilai tukar domestik terhadap dolar AS ke depannya.

Meski demikian, dolar AS masih bergerak dalam kisaran yang terbatas seiring dengan rilis data sektor perumahan AS yang lebih rendah dari perkiraan. Kondisi ini, masih menjadi sentimen negatif mata uang AS.

"Rilis data sektor perumahan AS yang lebih lemah dari perkiraan sehingga mata uang AS masih dapat melemah, dan sebaliknya membuat aset berisiko menjadi lebih menarik di mata pelaku pasar uang," kata dia.

Selain itu, lanjut dia, masih positifnya sentimen dari Eropa dipicu dari negara Jerman yang mengabarkan telah memberikan persetujuan untuk fasilitas dana penyelamatan negara-negara kawasan Euro akan menjadi sentimen positif ke depannya bagi mata uang berisiko.

"Eropa yang tengah memperbaiki krisisnya dinilai positif oleh pelaku pasar uang, hal itu dapat menguatkan nilai tukar dalam negeri terhadap dolar AS," ujar Reza.

Bank Indonesia (BI), kata dia, juga masih mengintervensi agar rupiah tidak tertekan terlalu dalam terhadap dolar AS seiring masih cukup kuatnya sentimen negatif di dalam negeri.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026