Logo Header Antaranews Jateng

Analis: IHSG akan Menguat Terbatas

Rabu, 28 Maret 2012 10:02 WIB
Image Print

Menurut Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang di Jakarta, Rabu, penurunan tersebut menyusul melemahnya data ekonomi tingkat kepercayaan konsumen AS pada Maret yang turun ke level 70,2 (sejalan dengan konsensus ekonom di level 70,3), dibandingkan dengan data revisi Februari pada level 71,6.

Namun, ekspektasi terhadap inflasi di masa mendatang meningkat ke level tertinggi sejak Mei 2011 pada level 6,3 persen dari sebelumnya 5,5 persen. Hal ini merespons kenaikan harga BBM yang pekan lalu bensin non timbal mencapai 3,92 dolar AS per galon, di tengah tidak berubahnya data penjualan rumah keluarga muda baru pada Januari.

"Kami memperkirakan Bursa Efek Indonesia berpeluang melanjutkan penguatannya di tengah absennya demo besar yang katanya diundur menjadi Kamis (29/3)," ujar Edwin dalam risetnya.

Ia memperkirakan kondisi ini dipacu setelah terjadinya deadlock mengenai keputusan apakah BBM naik atau tidak di DPR, kecuali kalau PKS konsisten menolak rencana kenaikan BBM tesebut seperti yang disuarakan oleh Presiden PKS atau pernyataan tersebut sebenarnya hanya `Politik Daging Sapi`.

Selain itu, ekspektasi investor akan masa pembagian dividen setelah sebelumnya beberapa emiten sudah mengumumkan "clue pay out ratio" yang akan mereka lakukan.

"IHSG akan bergerak di kisaran 4.047-4.094. Secara teknikal masih mengindikasikan `Bullish Reversal`," imbuhnya.

Adapun saham-saham pilihan antara lain PT Astra International Tbk, PT AKR Corporindo Tbk, PT Gudang Garam Tbk, PT Medco Energy Tbk, PT Mitra Adiperkasa Tbk, PT Surya Semesta Tbk, dan PT United Tractors Tbk.

Sementara itu, Kepala Riset e-Trading Bertrand Raynaldi mengungkapkan pada perdagangan Rabu, diperkirakan IHSG akan bergerak dengan kecenderungan menguat terbatas 4040-4112.

Untuk saham-saham yang dapat diperhatikan, antara lain PT Aneka Tambang Tbk, PT BW Plantation Tbk, dan PT Timah Tbk.

Pada perdagangan Selasa (27/3), IHSG ditutup naik 48 poin (1,18 persen) ke level 4.079,38 dengan jumlah transaksi sebanyak 8,23 juta lot atau setara Rp4.74 triliun. (SSB)



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026