Jepara (ANTARA) - Sebanyak 1.508 anak pengukir mebel di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah mendapatkan dana bantuan pendidikan untuk menyelesaikan pendidikannya hingga jenjang perguruan tinggi melalui Program Indonesia Pintar (PIP).
"Bantuan beasiswa lewat PIP yang diserahkan ini mayoritas untuk anak-anak dari keluarga pengukir atau pelaku mebel yang membutuhkan bantuan agar anaknya bisa melanjutkan hingga perguruan tinggi," kata Bupati Jepara Witiarso Utomo saat penyerahan bantuan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) secara simbolis di Pendopo R.A. Kartini Jepara, Kamis.
Melalui bantuan beasiswa tersebut, kata dia, juga bagian dari upaya bahwa kebijakan-kebijakan pusat yang dijalankan juga mendukung pelestarian ukir di Kabupaten Jepara, termasuk juga untuk meringankan beban biaya pendidikan keluarga pengukir di Jepara.
Sementara alokasi yang diterima Kabupaten Jepara berjumlah 2.500 penerima manfaat, sedangkan yang diserahkan mencapai 1.508 siswa, selebihnya masih tahap proses pencairan.
"Jadi, semuanya terkover dalam rangka menyiapkan SDM yang unggul di Kabupaten Jepara," ujarnya.
Penyerahan beasiswa ini diharapkan bukan hanya meringankan beban keluarga pengukir, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam menjaga tradisi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Jepara.
Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyampaikan program ini berawal dari inisiatif Bupati Jepara Witiarso Utomo yang mengusulkan agar anak-anak pengukir memperoleh akses beasiswa.
"Ini atas inisiatif Bupati Jepara waktu itu yang menyampaikan kepada saya, apakah anak-anak pengukir bisa mendapatkan kesempatan khusus mengakses beasiswa PIP," ujarnya.
Ia juga menjamin bahwa beasiswa tersebut 100 persen diterima anak-anak, tidak boleh ada potongan. Tentunya harus dijaga bersama, karena ini menjadi tolok ukur untuk mendapatkannya lagi di tahun berikutnya.
Lestari berharap beasiswa tersebut dapat menjadi dorongan bagi anak-anak pengukir untuk menyelesaikan pendidikannya, sekaligus menjaga keberlanjutan seni ukir Jepara.
"Harapannya anak-anak bisa menyelesaikan pendidikannya, dan seni ukir di Jepara tetap dijunjung tinggi sebagai maha karya yang tidak akan hilang sepanjang zaman," ujarnya.
Baca juga: UMS hadirkan inovasi berupa beasiswa Influencer Non-akademik

