Logo Header Antaranews Jateng

PLN dukung Kemenimipas manfaatkan FABA

Rabu, 10 September 2025 08:19 WIB
Image Print
Menteri Imipas Agus Andrianto (kiri) dan Dirut PT PLN Darmawan Prasodjo (dua dari kiri) memerhatikan proses pembuatan batako di workshop FABA, Kompleks Lapas Terbuka, Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (9/9/2025). ANTARA/Sumarwoto

Cilacap, Jateng (ANTARA) - PT PLN (Persero) mendukung program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) dalam mengembangkan pemanfaatan limbah PLTU berupa FABA (fly ash and bottom ash) atau abu batu bara.

"Kami coba membangun rantai pasok end to end untuk produk FABA ini, kami terinspirasi dari diskusi dengan Bapak Menteri Imipas untuk membangun instalasi FABA ini bagi warga binaan. Saat ini masih etape awal program, ke depan akan terus kita kembangkan dan terus bersinergi bersama," kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo saat mendampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto meninjau workshop FABA di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Selasa.

Ia mengatakan selain menghasilkan produk yang bermanfaat berupa paving persegi panjang, paving hexagonal, batako, rosster, buis beton D30 dan D50, instalasi pengolahan FABA Nusakambangan diperkirakan memiliki potensi penurunan emisi sebesar 1.598 ton CO2e per tahun.

Menurut dia, potensi penurunan emisi tersebut karena dengan mengganti sebagian atau seluruh semen dengan bahan geopolimer yang berasal dari FABA, sehingga emisi karbon dari produksi semen dapat berkurang hingga 44 persen.

"Selain itu, pemanfaatan FABA sebagai bahan baku industri dan infrastruktur juga dapat mengurangi timbunan limbah, menciptakan lapangan kerja baru, dan menghasilkan produk yang lebih ramah lingkungan," katanya.

Oleh karena itu, PLN telah memberi bantuan berupa seperangkat instalasi pengolahan FABA yaitu bangunan, instalasi, mesin press batako, dan mesin press paving.

Melalui bantuan tersebut sebanyak 142 orang tenaga kerja dengan 30 orang ahli terampil yang akan menggerakkan fasilitas ini, keseluruhannya merupakan warga binaan Lapas Nusakambangan.

Diperkirakan total sebanyak 2 juta buah paving dan 1 juta buah batako dapat diproduksi selama setahun dengan omzet mencapai Rp5,4 miliar per tahun.

Terkait dengan hal itu, Menteri Imipas Agus Andrianto mengaku bersyukur atas kegiatan yang telah diinisiasi oleh Kemenimipas bersama PLN sejak tahun 2024.

"Kami atas nama Kementerian Imipas mengucapkan terima kasih kepada PLN, atas kontribusi ini semoga warga binaan makin berdaya dan kita harapkan dapat terus berkolaborasi," kata Menteri Agus.


Baca juga: Kemenimipas bersama PLN kolaborasi ubah limbah jadi produk bernilai tinggi



Pewarta :
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026