
Gempa Palu Tidak Timbulkan Kerusakan

"Warga memang sempat panik namun selanjutnya situasi kembali normal dan warga kembali beraktivitas," kata Mujianto di Palu.
Dia mengatakan sebagian besar warga Kota Palu sudah terbiasa merasakan gempa sehingga kepanikan hanya terjadi sesaat.
Stasiun Geofisika Palu mencatat lokasi gempa berada pada posisi 0,78 Lintang Selatan dan 119,91 Bujur Timur.
Sementara pusat gempa berada 22 kilometer arah utara Kota Palu atau di sekitar Desa Taipa pada kedalaman 22 kilometer.
"Gempa juga tidak menyebabkan tsunami karena lokasi gempa berada di darat," kata Mujianto.
Gempa bumi tersebut juga sempat dirasakan masyarakat yang ada di sekitar Kota Palu, seperti di Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi.
Getaran gempa dirasakan selama sekitar lima detik sehingga membuat sebagian besar warga ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah ini panik.
Sulawesi Tengah merupakan wilayah rawan gempa karena dilalui sesar Palu Koro yang membentang sepanjang hampir 1.000 kilometer di Selat Makassar.
Stasiun Geofisika Kota Palu mencatat setiap bulan di Sulawesi Tengah terjadi gempa bumi hingga 600 kali dengan kekuatan 2,0 hingga 5,6 Skala Richter.
Gempa bumi terakhir dirasakan warga Palu pada 19 Desember 2011 dengan kekuatan 5,7 Skala Richter.
Gempa terbesar di Sulawesi Tengah terjadi di Kabupaten Buol pada 2008 dengan kekuatan 7,7 Skala Richter. Bencana itu menewaskan empat orang dan merusak lebih dari 1.400 rumah.
Pewarta: -
Editor:
Totok Marwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
