Logo Header Antaranews Jateng

PDIP Instruksikan Kadernya Turun ke Jalan

Sabtu, 17 Maret 2012 12:11 WIB
Image Print

Demikian informasi dari Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Tjahjo Kumolo, kepada ANTARA di Semarang, Sabtu, sehubungan dengan Pemerintah bersama DPR RI sejak awal pekan lalu melakukan pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang APBN Perubahan 2012, salah satu agendanya adalah penaikan harga BBM bersubsidi.

Tjahjo mengatakan bahwa partainya telah mengeluarkan instruksi kepada struktur partai dan seluruh anggota fraksi, baik DPR RI, DPRD provinsi, maupun kabupaten/kota, untuk memasang spanduk penolakan kenaikan harga BBM di seluruh pelosok Tanah Air.

PDI Perjuangan, lanjut dia, juga memerintahkan struktur partai, baik tingkat DPD, DPC, PAC, Ranting, Anak Ranting, maupun organisasi sayap PDI Perjuangan, untuk turun ke jalan dengan tertib saat mendatangi kepala daerah dan pimpinan DPRD guna menyampaikan sikap politik partai menolak penaikan harga BBM.

Ia mengatakan bahwa pimpinan Fraksi PDI Perjuangan DPR RI juga sudah menginstruksikan dalam rapat fraksi agar seluruh anggota pada masa reses bulan ini wajib turun ke dapilnya guna menyosialisasikan penolakan partai melalui Fraksi PDI Perjuangan DPR RI tentang kenaikan harga BBM tersebut.

"Masih ada alternatif lain selain menaikkan harga BBM untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat," kata Tjahjo yang juga anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah I.

Sebelumnya, anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Dewi Aryani, memandang perlu ada mekanisme penyesuaian otomatis melalui dana cadangan subsidi guna mengantisipasi harga minyak dunia yang fluktuatif.

Dengan demikian, kata kandidat Doktor Administrasi dan Kebijakan Publik Universitas Indonesia itu, tidak mempolitisasi harga BBM dan penaikannya pun tidak melalui proses politik lagi.

"Ini akan membuat pemerintah dan DPR bekerja lebih maksimal, rasional, dan lebih kepada 'goals oriented' daripada 'politic oriented' semata," kata anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah XI itu.

Berdasarkan Data Acuan dan Perpustakaan Perum LKBN ANTARA, penaikan harga BBM jenis premium menjadi Rp6.000,00/liter ini sama dengan harga pada saat Pemerintah menaikkan harga BBM pada tanggal 23 Mei 2008.

Ketika harga minyak dunia menyentuh 130 dolar/barel, Pemerintah akhirnya menaikkan harga BBM sebesar 28,7 persen pada tanggal 23 Mei 2008.

Kemudian, pada tanggal 6 November 2008, Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kantor Presiden, Jakarta, mengumumkan mulai 1 Desember 2008 harga BBM jenis premium turun sebesar Rp500,00 per liter dari sebelumnya Rp6.000,00 menjadi Rp5.500,00/liter.

Pada medio Januari 2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan penurunan harga premium dari Rp5.000,00/liter menjadi Rp4.500,00/liter dan harga solar dari Rp4.800/liter menjadi Rp4.500,00 per liter mulai 15 Januari 2009.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026