
Bupati Banyumas: Lomba gerak jalan-drumband tumbuhkan karakter siswa

Purwokerto (ANTARA) - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menilai lomba gerak jalan gembira dan drumband jenjang SMP yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, merupakan bagian dari upaya menumbuhkan karakter dan jiwa kepemimpinan siswa sejak dini.
"Saya senang sekaligus bangga hari ini bisa bertemu dengan anak-anak membanggakan yang akan mengikuti lomba gerak jalan dan drum band mewakili sekolahnya masing-masing," kata Bupati saat membuka Lomba Gerak Jalan Gembira dan Drumband Jenjang SMP se-Kabupaten Banyumas di Purwokerto, Banyumas, Rabu.
Ia mengatakan lomba tersebut bukan sekadar ajang hiburan, namun juga sarana untuk membentuk karakter tangguh dan berjiwa pemimpin pada anak-anak.
Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan kebersamaan dalam lomba ini.
Ia mencontohkan seorang pemimpin barisan atau mayoret harus mampu mengatur dan menjaga kekompakan tim, sementara setiap anggota memiliki tanggung jawab sesuai porsinya masing-masing.
Dia juga menyinggung tentang pentingnya pelajaran budi pekerti dalam kurikulum sekolah.
Ia mengharapkan mata pelajaran khusus tentang budi pekerti tersebut bisa kembali diterapkan di tingkat SD dan SMP, karena penting untuk membentuk karakter anak yang beretika. "Budi pekerti itu hubungannya dengan sesama manusia. Ini tidak bisa disamakan dengan pelajaran agama yang hubungannya vertikal," katanya.
Bupati Sadewo juga berkeinginan agar lomba seperti ini menjadi agenda tahunan setiap perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas Joko Wiyono mengatakan kegiatan tersebut digelar dalam rangka memeringati HUT Ke-80 Kemerdekaan RI serta upaya untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dengan mengintegrasikan nilai afektif, kognitif, dan psikomotorik pada siswa.
"Ini sudah lama kita tidak mengadakan. Ini kita memulai lagi, satu bentuk gerakan psikomotor, tapi juga ada aspek afektif dan kognitifnya, yaitu jalan, namanya gerak jalan gembira dan lomba drum band," katanya.
Dengan demikian, kata dia, dalam gerak jalan gembira tersebut dapat diisi dengan yel-yel atau teriakan, sehingga ada nuansa gembiranya.
Menurut dia, lomba gerak jalan gembira tersebut diikuti 122 SMP negeri/swasta, sedangkan lomba drumband diikuti 12 SMP negeri/swasta dengan rute yang ditempuh sekitar 5 kilometer.
"Kami berharap ke depannya, lomba ini bisa terus diselenggarakan dengan rute yang lebih panjang dan meriah," kata Joko.
Baca juga: Purbalingga Kulon masuk lima besar Lomba Kampung Pancasila Zona 1
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
