Logo Header Antaranews Jateng

Kendaraan Biodiesel Nyamplung Jalani Tes Perjalanan

Senin, 5 Maret 2012 16:05 WIB
Image Print

Saat singgah di Cilacap, Senin, Mahsun Zain mengatakan, biodiesel nyamplung merupakan salah satu energi alternatif yang dapat dimanfaatkan di tengah kekhawatiran terhadap kelangkaan bahan bakar gas dan minyak.

"Kalau kita terus mengandalkan minyak bumi, nanti lama-lama bisa habis sehingga perlu energi alternatif seperti nyamplung dan jarak. Saat ini Purworejo uji coba produksi (biodiesel nyamplung), belum dijual ke pasaran. Nanti hasil produksinya, enam bulan ke depan akan dibeli Puslitbang Kementerian Kehutanan," katanya.

Setelah enam bulan, kata dia, pihaknya akan menjual biodiesel nyamplung ini kepada perusahaan-perusahaan di Purworejo.

Dia mengakui, harga biodiesel nyamplung ini lebih tinggi dibanding solar produksi Pertamina karena bahan bakar alternatif tersebut termasuk bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.

"Nanti kita mampu menjual di bawah harga Pertamina. Nanti perusahaan-perusahaan di Purworejo kita wajibkan untuk memakainya. Orientasi pasarnya perusahaan-perusahaan karena nonsubsidi," katanya.

Karena itu, kata dia, pihaknya melakukan uji coba terhadap biodiesel nyamplung tersebut.

"Hari ini kita uji coba, berhasil atau tidak. Mobil yang saya pakai biasanya 1:10 (satu liter solar untuk 10 kilometer), tadi dicoba (menggunakan biodiesel nyamplung) 1:12. Sampai Cilacap masih berhasil, nanti sampai Semarang, saya tidak tahu," katanya.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026