
Banyak PT belum Pentingkan Perpustakaan

"Pengembangan perpustakaan masih belum diprioritaskan oleh perguruan tinggi, padahal perpustakaan merupakan jantung perguruan tinggi," katanya usai penandatanganan nota kesepahaman Jasa Pusperti di Semarang, Rabu.
Menurut dia, masih banyaknya perguruan tinggi yang belum memprioritaskan pengembangan perpustakaan salah satunya terlihat dari keanggotaan Jasa Pusperti yang lingkup wilayahnya perguruan tinggi di Jawa Tengah.
Ia menjelaskan, perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta yang saat ini tergabung dalam Jasa Pusperti mencapai 110 perguruan tinggi, sedangkan PTS di Jateng secara keseluruhan berkisar 250 perguruan tinggi.
"Dari total 110 anggota Jasa Pusperti, terdiri atas 100 PTS, sisanya PTN. Dominasi anggota paling banyak memang PTS, berarti masih ada sekitar 150 PTS belum bergabung dengan kerja sama perpustakaan ini," katanya.
Padahal, kata dia, keikutsertaan dalam Jasa Pusperti memiliki banyak keuntungan untuk perguruan tinggi, mulai dari pengembangan teknologi informasi hingga kemudahan layanan kepada para anggota.
Mahasiswa yang perguruan tingginya tergabung dalam Jasa Pusperti, kata dia, bisa mengakses koleksi buku yang dimiliki di seluruh perpustakaan PT yang jadi anggota, hanya dengan menggunakan satu kartu anggota perpustakaan.
"Karena itu, kerja sama ini sebenarnya memberikan banyak kemudahan bagi anggota. Hanya dengan satu kartu, mahasiswa yang perguruan tingginya sudah tergabung Jasa Pusperti bisa mengakses koleksi di banyak perpustakaan," katanya.
Yuniwati yang juga Pengelola UPT Perpustakaan Universitas Diponegoro Semarang itu mengakui, memang tidak secara automatis seluruh perguruan tinggi di Jateng tergabung dalam Jasa Pusperti, namun harus melalui penandatangan nota kesepahaman.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
