Solo (ANTARA) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kotq Surakarta melalui Penyelenggara Zakat dan Wakaf serta Unit Pengelola Zakat (UPZ) sukses menggelar acara Lebaran Yatim dan Difabel bertajuk Satu Keseruan, Sejuta Harapan, Meraih Berkah.
Pada acara yang diselenggarakan secara hibrid di Solo, Jawa Tengah, Jumat tersebut, Kantor Kemenag Kota Surakarta berkolaborasi dengan BAZNAS dan 14 Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surakarta.
Dari kolaborasi ini berhasil disalurkan lebih dari 1.000 paket bingkisan. Acara tersebut diselenggarakan bersamaan dengan acara daring Kemenag RI yang dipusatkan di Jakarta.
Sebanyak 25 bingkisan simbolis diserahkan kepada perwakilan penerima, dihadiri 85 orang termasuk perwakilan BAZNAS, LAZ, jajaran Kasubbag TU, Kasi dan Penyelenggara, dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kankemenag Kota Surakarta.
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo H.R. Muhammad Syafi'i mengatakan peringatan Muharram kali ini dilandasi semangat Peaceful Muharam, yakni bukan hanya memperbanyak ritual ibadah tetapi juga bagaimana umat Islam hadir memberi manfaat nyata bagi sesama.
Hal ini diwujudkan lewat aksi sosial berbagi kebahagiaan dengan anak yatim dan penyandang disabilitas. Menurut dia, hal ini mencerminkan makna damai dan empati yang ditanamkan dalam bulan suci Muharram, yakni membawa kenyamanan bagi sesama dan menjaga kedamaian bersama.
Kepala Kankemenag Kota Surakarta sekaligus Dewan Pembina Syariah UPZ Ahmad Ulin Nur Hafsun mengatakan keistimewaan Muharram sebagai bulan dilipatgandakannya pahala amal baik.
“Peaceful Muharram adalah kampanye esensi kedamaian Islam. Meski bantuan tak 100 persen mencukupi, kami berharap ini meringankan beban,” katanya.
Penyelenggara Zawa sekaligus Ketua UPZ Arif Ansori dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini sama seperti tahun sebelumnya. Hal yang berbeda dalam pelaksanaan di tahun ini yaitu adanya target nasional 2 juta bingkisan, MoU dengan Bank Indonesia dan Kementerian PKP, serta penghargaan kolaborator terbaik.
“Jadi, jika dihitung-hitung untuk Kota Surakarta penyerahannya lebih dari 1.000. Hari ini, penyerahannya simbolis saja. Untuk pelaksanaan tasharruf selanjutnya dilaksanakan bertahap,” katanya.
Salah satu penerima manfaat kelompok difabel yang menarik perhatian adalah Sabar Gorky yang merupakan atlet paraclimbing berusia 68 tahun.
Ia mengaku bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas penyelenggaraan kegiatan ini.
“Kalau harapan saya, mudah-mudahan program ini cepat berkembang. Maksudnya berkembang, daerah-daerah tertentu ataupun yang terisolasi, merka perlu disupply. Untuk mereka yang benar-benar membutuhkan, bisa diusahakan untuk dibantu,” katanya.
Dalam acara ini juga diluncurkan program Jejak Kebaikan Zakat dan Wakaf sebagai upaya memperluas dampak sosial zakat. Kankemenag Kota Surakarta menegaskan komitmennya dalam sinergi zakat untuk kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok rentan.
Kegiatan ini tidak hanya memenuhi target fisik, tetapi juga menyebarkan nilai-nilai Muharram, kedamaian, empati, dan solidaritas.

