Logo Header Antaranews Jateng

"Charity Boat Race" Digelar di Bengawan Solo

Minggu, 19 Februari 2012 16:13 WIB
Image Print

Peserta dengan menggunakan perahu dan gethek (perahu tradisional) dengan hiasan tersebut menyusuri Sungai Bengawan Solo dimulai dari Ngepung, Kecamatan Pasar Kliwon sampai Taman Jurug, Jebres atau berjarak sekitar empat hingga lima kilometer.

Menurut Ketua Panitia Gunungan Charity Boat Race, Michael Miklem, kegiatan olahraga sambil wisata tersebut dalam rangka merayakan HUT Kota Surakarta dan menggalakkan Solo sebagai tujuan wisata seperti Bali dan Yogyakarta.

Selain itu, kata dia, kegiatan tersebut juga membawa pesan moral kepada masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian sungai sebagai salah satu sumber kehidupan manusia.

"Karena banyak sungai sekarang ini yang tercemar airnya akibat masyarakat membuang sampah atau limbah sembarangan," katanya.

Menurut dia, kegiatan Gunungan Charity Boat Race tersebut yang kedua kali, dan ada sebanyak 30 peserta dari Solo, Karanganyar, Sukoharjo, Cilacap, sedangkan mancanegara yakni Australia, Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, dan Irlandia.

"Peserta yang penggunakan perahu tradisional lucu-lucu seperti 'boet jack' atau becak yang buat perahu. Hal ini, untuk menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kota Solo," katanya.

James Broughton asal peserta asal Inggris, mengatakan, ia mengikuti kegiatan Gunungan Charity Boat Race untuk memeriahkan HUT Kota Surakarta.

"Saya terkesan kegiatan ini, karena Solo kaya seni budaya yang menjadi perhatian pengunjung," kata James.

Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surakarta Widdi Srihanto, mengatakan, event tersebut sengaja dilaksanakan setelah Hari Jadi ke-267 Kota Surakarta untuk menarik para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Menurut dia, Pemkot Surakarta sangat mendukung kegiatan tersebut dengan melibatkan masyarakat khususnya yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo.

Karena, kata dia, kegiatan tersebut selain sebagai icon pariwisata di kota ini, juga membawa pesan moral menjaga kelestarian lingkuran hidup dan agar masyarakat terbiasa ikut menjaga kelestarian sungai dari pencemaran.

"Kami berharap kegiatan ini dari tahun ke tahun semakin besar, sehingga banyak dikunjungi wisatawan. Kesadaran masyarakat juga meningkat, sehingga mereka tidak lagi membuang sampah di sungai," katanya.



Pewarta:
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026