Logo Header Antaranews Jateng

Temuan Sumber Minyak Dikaji

Jumat, 3 Februari 2012 19:45 WIB
Image Print

Anggota Komisi III DPRD Boyolali Gatot Widodo mengaku, setelah mendapat informasi adanya sumber air mengandung minyak itu, ia langsung mendatangi lokasi.

Menurut dia, sumber air tersebut berukuran sekitar satu kali satu setengah meter dan berbentuk oval. Setiap hari terus mengeluarkan air bercampur minyak dari dalam perut bumi.

"Batuan di sekitar lokasi sumber itu mungkin karena terkena minyak," katanya.

Ia juga mengaku penasaran sehingga mengajak warga sekitar melakukan pengecekan dengan membawa bambu untuk mengukur ke dalam sumber air sekitar satu setengah meter. Ketika bambu dimasukan ke dalam sumber itu, terdengar suara benda keras mirip beton.

Pihaknya menduga sumber air tersebut peninggalan zaman Belanda. Kemungkinan pemerintah Belanda dulu membuat sumur bor untuk pengairan sekitar hutan di musim kemarau.

"Tempat itu dulunya untuk persembunyian Tentara Belanda," katanya.

Ia menjelaskan, sumber air berwarna hitam diduga karena bercampur dengan minyak. Pihaknya mencoba mengambil sampel air dibawa ke pengilangan minyak di Cepu, dan kandungan minyak diperkirakan sekitar satu mililiter per liter.

Oleh karena itu, pihaknya berjanji akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.

"Jika benar Desa Kemusu nantinya terdapat sumber minyak bumi, tentu akan berdampak bagi kesejahteraan warga sekitar," katanya.

Menurut Kepala Desa Kemusu Heru Mahmudi, sumber air yang berwarna hitam yang diduga mengandung minyak bumi tersebut ditemukan pertama kali oleh warga setempat yang bercocok tanam di sekitar lokasi itu.



Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026