
Stok Batu Bara PLTU Jepara Aman

"Stok batu bara untuk dua pembangkit, yakni unit satu dan dua aman hingga 30 hari mendatang, sedangkan stok batu bara untuk unit tiga dan empat aman hingga satu setengah bulan mendatang," ujarnya di Jepara, Senin.
Ia mengatakan, stok batu bara untuk unit satu dan dua antara 400.000 hingga 500.000 ton, sedangkan untuk unit tiga dan empat sekitar 700.000 ton.
Juru bicara PT PLN Pembangkitan Tanjung Jati B Jepara Dewanto menambahkan, dua proyek pembangunan untuk dua unit pembangkit baru, yakni unit tiga dilakukan serah terima pada 25 Oktober 2011 dan unit empat pada 1 Januari 2012.
"Khusus untuk unit empat, belum dilakukan peresmian, meskipun saat ini sudah dioperasikan," ujarnya.
Peresmian pengoperasian PLTU Tanjung Jati B Eskpansi unit 3 di Jepara dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lewat pembicaraan jarak jauh (teleconference) karena pada saat yang sama juga meresmikan pemancangan tiang pertama proyek pembangunan kilang Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) di Pertamina Refinery Unit IV Cilacap pada 28 Desember 2011.
Sedangkan kebutuhan batu bara rata-rata setiap bulan sekitar 400.000 ton.
Stok batu bara yang ada masih bisa bertambah, karena PLTU Tanjung Jati B sudah memiliki jadwal pengiriman.
Musim baratan yang sering terjadi pada Desember, Januari, dan Februari sudah diantisipasi dengan memperbanyak stok batu bara sebelum memasuki musim baratan.
Ketika gelombang air laut tinggi, kapal pengangkut batu bara yang berasal dari Kalimantan dimungkinkan tidak boleh bersandar ke dermaga PLTU Tanjung Jati B Jepara untuk menghindari bertabrakan dengan jeti ketika dihantam ombak air laut.
Antisipasi tersebut juga untuk menghindari gangguan ketersediaan stok batu bara yang dialami PLTU Jepara pada 2006 terulang kembali.
Ketersediaan stok batu bara, juga didukung dengan tempat yang cukup luas untuk menyimpan bahan bakar fosil tersebut karena mampu menampung hingga 800.000 ton batu bara.
Dengan jaminan ketersediaan stok batu bara, maka suplai listrik ke sejumlah daerah dipastikan aman.
Apalagi, saat ini PLTU Jepara mendapat tambahan dua unit armada kapal untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar fosil, khususnya untuk unit tiga dan empat, sehingga total ada empat unit kapal pengangkut batu bara.
Bahkan, kapal yang baru diresmikan pengoperasiannya hari ini (16/1) sudah menjalani pelayaran perdana dengan mengangkut batu bara sebanyak 68.264 metrik ton dari Bontang Coal Terminal Kalimantan Timur.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
