Semarang (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK Cabang Semarang Majapahit ikut ambil bagian dalam menggencarkan gerakan antikorupsi di sejumlah perusahaan swasta.
Salah satu kegiatan yang dilakukan BPJAMSOSTEK Cabang Semarang Majapahit yakni dengan melakukan sosialisasi ke 25 perusahaan swasta di Kota Semarang, minggu kedua Juli 2022.
Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Semarang Majapahit Imron Fatoni, tim Bidang Kepesertaan, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang Sutrisno, Kasubsi Pertimbangan Hukum Kejaksaan Negeri Kota Semarang Gita Santika Ramadani, dan 25 perusahaan tamu undangan di antaranya Apparel One Indonesia, Muncul Putra Offset, dan Unika Soegijapranata.
Gerakan antikorupsi yang digencarkan tidak hanya di instansi pemerintahan, tetapi juga di instansi swasta tersebut diharapkan mampu memberikan edukasi sekaligus dampak positif dalam menyebarkan semangat anti-korupsi, khususnya ketika BPJS Ketenagakerjaan bersinergi dengan pihak eksternal.
Sosialisasi gerakan antikorupsi BPJAMSOSTEK Cabang Semarang Majapahit dilakukan bersamaan dengan kegiatan pembinaan perusahaan aktif BPJS Ketenagakerjaan Semarang Majapahit.
Imron selaku kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Majapahit menjelaskan tujuan gerakan antikorupsi perlu digencarkan karena korupsi akhirnya menggerogoti keuangan negara dan menimbulkan kekacauan negara.
Gita Santika Ramadani selaku Kasubsi Pertimbangan Hukum Kejaksaan Negeri Kota Semarang mengapresiasi BPJS Ketenagakerjaan yang sudah mencanangkan kegiatan antikorupsi di lingkungan BPJS Ketenagakerjaan.
"Perlu berkaca dalam kasus-kasus yang sekarang malah justru menimbulkan kerugian negara yang gede melibatkan dari pihak swasta yang menjalin kerja sama dengan instansi," kata Gita Santika Ramadani.
Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Semarang Majapahit Imron Fatoni menyampaikan terima kasih kepada Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang dan Kejaksaan Negeri Kota Semarang yang juga mendukung kegiatan dalam penekanan korupsi di instansi pemerintah maupun swasta.
"Terima kasih kepada kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang dan Kejaksaan Negeri Kota Semarang yang telah berkenan hadir untuk kami melakukan sosialisasi gerakan anti korupsi di instansi pemerintah maupun swasta. BPJS Ketenagakerjaan alhamdulillah sudah menerapkan dan menumbuhkembangkan gerakan antikorupsi," tutup Imron.
Berita Terkait
BPJAMSOSTEK: 6.900 pekerja rentan di Banyumas terlindungi jamsostek
Selasa, 17 Desember 2024 13:23 Wib
BPJS Kesehatan Semarang sosialisasi manfaat JKN kepada disabilitas
Senin, 16 Desember 2024 17:15 Wib
BPJS Ketenagakerjaan gelar Pelatihan Enterpreneurship Return to Work bagi pekerja disabilitaseks-kecelakaan kerja
Jumat, 13 Desember 2024 10:13 Wib
Berkat JKN, Erna dapat fokus kesehatan tanpa dibebani biaya cuci darah
Selasa, 10 Desember 2024 14:27 Wib
BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Majapahit Peringati Hari Anti Korupsi Dunia
Senin, 9 Desember 2024 12:21 Wib
Menkes pastikan kondisi BPJS Kesehatan aman tahun 2025
Minggu, 8 Desember 2024 21:32 Wib
HUT Ke-47, BPJS Ketenagakerjaan hasilkan capaian positif
Sabtu, 7 Desember 2024 11:18 Wib
BPJS Ketenagakerjaan Jateng DIY berikan santunan ke ahli waris PPS Sugimin
Jumat, 6 Desember 2024 22:07 Wib