
Pemkab Pekalongan optimalkan potensi desa melalui program digital

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, siap mengoptimalkan potensi yang dimiliki masing-masing desa melalui pengenalan program desa digital kepada para perangkat desa dan para camat.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq di Pekalongan, Jumat, mengatakan program digitalisasi desa sangat tepat dalam upaya memasarkan potensi yang dimiliki desa ke tingkat nasional bahkan mancanegara.
"Oleh karena, kami minta pada pemerintah desa agar bisa melihat potensi yang dimilikinya. Demikian juga, para camat juga harus bisa mapping potensi desa karena jika potensinya lebih dikenal maka berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah," katanya.
Baca juga: Akademikus: Pemerintah perlu mendorong digitalisasi UMKM
Fadia mengatakan jika potensi desa dapat dipopulerkan secara digital maka akan menarik perhatian di tingkat nasional bahkan hingga mancanegara.
"Sudah saatnya potensi desa dapat ditawarkan ke tingkat nasional maupun mancanegara dengan melalui digitalisasi," kata Fadia Arafiq.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan Budi Santoso mengatakan data desa yang terakhir dikenalkan ada desa tertinggal, desa berkembang dan desa mandiri.
"Prinsip dari 3 kategori itu adalah desa tertinggal sekitar 26 persen, desa berkembang 51 persen, dan desa mandiri hanya 4 persen," kata Budi Santosa.
Baca juga: Perusahaan swasta Link Net dukung digitalisasi sektor UMKM
Baca juga: Pasarkan produk, Pemkot Pekalongan dorong UMKM manfaatkan digitalisasi
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
