Libur panjang, penumpang di Stasiun Solobalapan meningkat

id stasiun Solobalapan,kereta api,libur

Libur panjang, penumpang di Stasiun Solobalapan meningkat

Suasana Stasiun Solobalapan, Jawa Tengah. ANTARA/Aris Wasita

Salah satu syaratnya itu. Saya berangkatnya pakai KA Malabar, harga tiketnya Rp235.000
Solo (ANTARA) - Jumlah penumpang pada libur panjang cuti bersama dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW di Stasiun KA Solobalapan, Jawa Tengah, terpantau meningkat pada Rabu.

Peningkatan di stasiun tersebut mulai terlihat sejak Selasa (27/10/2020).

Jika selama pandemi stasiun tersebut cukup lengang seiring dengan pengurangan operasional sejumlah kereta api, namun sejak Selasa kemarin suasana lebih ramai.

Manajer Humas PT KAI Daop VI Yogyakarta Eko Budiyanto  mengatakan selama libur panjang dari 28 Oktober-1 November 2020, ada kenaikan jumlah penumpang hingga 13 persen jika dibandingkan masa pandemi COVID-19.

"Mulai dari Stasiun Tugu Jogja, Lempuyangan, hingga Solobalapan jumlah penumpang turun juga cukup banyak. Seperti di Stasiun Solobalapan jumlah penumpang turun sekitar 1.000 orang," katanya.

Salah satu penumpang Boni Sanjaya mengatakan akan mudik ke Bandung selama cuti bersama ini.

Sebelum melakukan perjalanan, pria yang bekerja di BPJamsostek Surakarta tersebut mengikuti tes cepat terlebih dahulu yang tempatnya disediakan di stasiun.

"Salah satu syaratnya itu. Saya berangkatnya pakai KA Malabar, harga tiketnya Rp235.000," kata Boni.

Baca juga: Libur panjang, KAI Daop 4 Semarang tambah perjalanan dua kereta api

Eko Budiyanto menambahkan selama periode libur panjang ini, KAI Daop VI mengoperasikan sebanyak 12 KA jarak jauh,yakni Argo Lawu, Taksaka, Argo Dwipangga, Argo Lawu Fakultatif, Taksaka Fakultatif, Mataram, Bogowonto, Gajahwong, Senja Utama Yogyakarta, Joglosemarkerto, Bengawan, dan Sritanjung.

Selain itu, terdapat berbagai KA lain yang juga melintas di wilayah Daop VI dan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian menuju ke berbagai kota tujuan, di antaranya KA Argo Wilis, Bima, Turangga, Sembrani, Gajayana, Mutiara Selatan, Malabar, Brantas, Ranggajati, Jayakarta, Matarmaja, Kahuripan, dan Wijaya Kusuma.

Meski jumlah penumpang mengalami kenaikan, dikatakan Eko, KAI tetap menerapkan tarif batas atas dan batas bawah untuk harga tiket.

Ia mengatakan untuk perjalanan KA rute Jakarta rata-rata harganya di kisaran Rp450.000-500.000/penumpang untuk kelas eksekutif dan kelas bisnis Rp250.000-350.000/penumpang.

Baca juga: Tingkatkan minat masyarakat gunakan kereta api, Daop 5 Purwokerto bagikan voucer
Baca juga: Stasiun Tawang Semarang sediakan layanan tes cepat COVID-19
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar