Protokol kesehatan ketat diterapkan di masa pengenalan sekolah di Semarang

id Hari pertama sekolah

Protokol kesehatan ketat diterapkan di masa pengenalan sekolah di Semarang

Siswa Kelas X SMAN 2 Semarang membawa pulang buku pelajaran yang dipinjam dari perpustakaan sekolah usai mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah pada har pertama tahun ajaran baru, Senin. ANTARA/ I.C.Senjaya

Semarang (ANTARA) - Protokol kesehatan menghadapi pandemi COVID-19 diterapkan secara ketat saat hari pertama tahun ajaran baru di sejumlah sekolah di Kota Semarang selama masa pengenalan lingkungan sekolah, Senin.

SMAN 2 Semarang menggelar masa pengenalan sekolah terhadap para siswa Kelas X secara tatap muka langsung.

Kepala SMAN 2 Semarang Yuwana menjelaskan protokol kesehatan ketat dijalankan selama pelaksanaan masa pengenalan terhadap siswa baru itu.

Baca juga: Zona kuning, pengenalan lingkungan sekolah siswa baru di Temanggung secara daring

"Mulai dari cek suhu tubuh, mencuci tangan, selalu menggunakan masker di lingkungan sekolah, hingga selalu jaga jarak fisik," katanya.

Menurut dia, terdapat 432 siswa baru yang terbagi dalam 12 kelas MIPA dan IPS.

Ia menjelaskan teknis pengenalan sekolah secara tatap muka ini dilaksanakan pada dua sesi di tiap harinya. "Tiap sesi digelar oleh dua kelas yang terbagi dalam empat ruang kelas," katanya.

Untuk memastikan terjaganya jarak fisik antarsiswa, kata dia, tiap kelas hanya diisi 18 siswa.

Ia menambahkan pelaksanaan pengenalan secara tatap muka ini telah disampaikan kepada Gugus Tugas COVID-19 Kota Semarang untuk mendapat rekomendasi.

Sementara itu, pengenalan lingkungan sekolah di SMP Maria Mediatrix Semarang justru masih dilakukan secara daring.

Juru bicara SMP Maria Mediatrix Semarang, Wiryatmoko, menjelaskan pengenalan sekolah kepada siswa VII dilakukan dengan siaran langsung melalui media Youtube.

"Pengenalan secara umum oleh kepala sekolah, termasuk sambutan dari salah satu perwakilan orangtua siswa," katanya.

Menurut dia, pengenalan tersebut tidak berlangsung lama karena langsung dilanjutkan dengan pengenalan oleh masing-masing wali kelas.

"Masa pengenalan dilanjutkan pada malam hari yang membahas mengenai kurikulum. Pada pengenalan itu diikuti oleh siswa bersama orang tuanya," katanya.

Baca juga: Sekolah di Kudus dilarang terapkan belajar tatap muka
Baca juga: Ganjar wanti-wanti kepala sekolah untuk meniadakan pungutan liar

Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar