SMPN 1 Kudus serahkan bantuan APD untuk tim medis

id OSIS SMP 1 Kudus, serahkan bantuan APD, untuk tim medis

SMPN 1 Kudus serahkan bantuan APD untuk tim medis

Kepala SMP Negeri 1 Kudus Ahadi Setiawan menyerahkan bantuan alat pelindung diri kepada Manager Senior RS Aisyiyah Subchan Duty di aula SMPN 1 Kudus, Rabu (20/5/2020). (ANTARA / Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus (ANTARA) - Siswa SMP Negeri 1 Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) berhasil menggalang dana dari wali murid hingga alumni sekolah untuk disumbangkan kepada tim medis dalam bentuk alat pelindung diri (APD).

Menurut Kepala SMP Negeri 1 Kudus Ahadi Setiawan di Kudus, Rabu, bantuan APD untuk tim medis di sejumlah rumah sakit di Kudus itu, memang inisiatif pengurus OSIS yang menggalang dana lewat wali murid, masyarakat yang peduli serta para alumnus sekolah.

Hasilnya, bisa terkumpul dana sebesar Rp28,24 juta dan dalam bentuk barang senilai Rp9,4 juta.

Penyerahan bantuan tersebut, juga bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.

"Kami hanya sebatas memfasilitasi dan mengakomodir keinginan siswa untuk berbagi dan bersimpati kepada tenaga medis yang ada di Kudus," ujarnya.

Ia menganggap kegiatan bakti sosial tersebut juga menjadi ajang pendidikan karakter bagi anak asuhnya sehingga ini perlu dipupuk sejak dini untuk menumbuhkan rasa simpati dan empati serta kepedulian kepada sesama.

Adapun rumah sakit yang mendapatkan bantuan APD tersebut, merupakan rumah sakit rujukan, yakni RSUD Loekmono Hadi, RS Mardi Rahayu, RSI Sunan Kudus dan RS Aisyiyah.

Sementara itu, Manager Senior RS Aisyiyah Subchan Duty mengaku senang dengan adanya bantuan ini, karena beban rumah sakit swasta akan berkurang.

"Mudah-mudahan, sekolah lainya juga akan meniru karena sangat membantu rumah sakit dalam menangani penyakit virus corona (COVID-19)," ujarnya.

Mengalirnya bantuan APD dari berbagai pihak, semakin menjamin ketersediaan APD hingga dua sepekan mendatang.

Pasien COVID-19 yang menjalani perawatan di RS Aisyiyah Kudus, kata dia, masih ada tiga orang yang menjalani perawatan khusus.

"Ketiganya tengah menunggu hasil swab (usap) tenggorokan. Dua orang berasal dari Surabaya, sedangkan satu wanita tengah hamil dan akan dirujuk di RS Karyadi Semarang," ujarnya. 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar