Keluarga ungkap kondisi Glenn sebelum meninggal dan pemakaman tertutup

id Glenn Fredly,gleen meninggal,Keluarga ungkap kondisi Glenn

Keluarga ungkap kondisi Glenn sebelum meninggal dan pemakaman tertutup

Penyanyi Glenn Fredly bernyanyi saat acara Glenn Fredly Goes To School di SMAN 1 Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (20/8/2015). Acara Glenn Fredly Goes To School tersebut merupakan salah satu acara rangkaian konser 20 tahun berkarya untuk Indonesia yang akan digelar di Makassar pada 21 Agustus 2015. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/pras.

Jakarta (ANTARA) - Keluarga Glenn Fredly mengungkapkan kondisi kesehatan mendiang penyanyi itu sebelum menghembuskan napas terakhir akibat meningitis Rabu petang ini.

Pihak keluarga juga berharap para pelayat tidak menghadiri pemakaman Glenn, melainkan mengirim doa untuk mendiang musisi yang lahir di Jakarta pada 30 September 1975 itu.

Glenn Fredly meninggal dunia pada 8 April 2020 pukul 18.47 dalam usia 44 tahun di RS Setia Mitra, Cilandak, Jakarta Selatan.

Mozes Latuihamalo, perwakilan keluarga Glenn Fredly, dalam keterangan resmi mengatakan Glenn sempat mengeluhkan penyakit ini beberapa waktu lalu.

Baca juga: Glenn Fredly meninggal karena meningitis, ini penyebab dan gejalanya
Baca juga: Glenn Fredly meninggal, banyak rekan musisi kaget dan kehilangan


Namun, sang penyanyi masih sanggup beraktivitas seperti biasa.

"Satu bulan terakhir, Glenn mulai merasa tidak nyaman atas penyakit yang dideritanya sehingga memutuskan untuk menjalani rawat-inap," kata Mozes.

Ia mengungkapkan, kondisi Glenn menurun dalam tiga hari terakhir. Meski demikian, Glenn masih bisa berinteraksi hingga akhirnya pergi untuk selamanya petang ini.

Proses pemakaman akan dilakukan secara tertutup.

"..tanpa mengurangi rasa hormat, kami berharap agar para pelayat tidak hadir dalam prosesi pemakaman dikarenakan situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan saat ini. Doa rekan-rekan sekalian di mana pun berada sudah lebih dari cukup untuk menguatkan kami dalam rasa duka ini," kata Mozes.
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar