Pusmit Unsoed cek kondisi pascalongsor jalur Karangsambung

id longsor,geowisata,Karangsambung,Kebumen,Jateng,Pusat Mitigasi Unsoed,Purwokerto

Pusmit Unsoed cek kondisi pascalongsor jalur Karangsambung

Kondisi longsor di jalur geowisata Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Jateng, Senin (10/2/2020). ANTARA/HO-Pusmit Unsoed

Longsor terjadi pada batuan breksi formasi Waturanda. Formasi Waturanda adalah suatu singkapan batuan yang berbentuk miring dengan komposisi jenis breksi

Purwokerto (ANTARA) - Tim Pusat Mitigasi (Pusmit) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto telah melakukan pengecekan kondisi jalur geowisata Karangsambung, Kabupaten Kebumen pascalongsor pada Sabtu (8/2).

"Beberapa anggota tim mitigasi Unsoed sudah mendatangi lokasi dan mengecek kondisi longsoran. Hasil yang didapatkan beberapa batuan memang sudah mengalami pelapukan," kata dosen mitigasi geologi Teknik Geologi Unsoed Dr Indra Permanajati di Purwokerto, Senin.

Dia menjelaskan bahwa longsor yang terjadi di jalan raya yang menghubungkan Kabupaten Kebumen dengan destinasi geowisata Karangsambung itu berlokasi dekat dengan Sungai Kaligending.

"Longsor terjadi pada batuan breksi formasi Waturanda. Formasi Waturanda adalah suatu singkapan batuan yang berbentuk miring dengan komposisi jenis breksi," katanya.

Baca juga: Banjir dan longsor landa sejumlah wilayah di Kebumen

Batuan tersebut, kata dia, bersifat padat dan resisten serta mempunyai beban tinggi sehingga berpotensi longsor.

"Karena itu pada masa mendatang lokasi ini harus menjadi perhatian khusus, terutama bagi instansi yang terkait dengan kebencanaan, yakni BPBD Kabupaten Kebumen untuk segera melakukan langkah-langkah mitigasi terkait kemungkinan terjadinya longsor susulan," katanya.

Dia menambahkan kondisi batuan di lokasi longsor sudah banyak mengalami pelapukan sehingga ikatan antara batuan yang dikontrol oleh retakan-retakan menjadi lemah dan dapat mengakibatkan pergeseran batuan.

 "Longsor yang banyak terjadi adalah longsoran batu dengan mekanisme luncuran. Kondisi ini bisa membahayakan para pengguna jalan sekiranya longsoran terjadi saat pengendara lewat," katanya.

Dia menambahkan kondisi longsor bisa terjadi karena secara alamiah sudah banyak terjadi retakan batuan yang memicu longsoran.

"Untuk longsoran jenis ini perlu penanganan khusus, terutama teknik mitigasinya, karena kondisi batuannya mempunyai tipikal yang khas berbentuk miring dengan beberapa bidang lemah yang ada dalam internal tubuh batuan sehingga untuk menentukan teknik mitigasinya perlu dikaji secara lebih rinci terkait jenis retakan, arah retakan, dan tingkat pelapukan batuannya," tambahnya.

Ia mengemukakan bahwa sebagai langkah darurat maka instansi terkait perlu memasang rambu rawan longsor di sekitar lokasi.

Baca juga: Jalan Banjarnegara-Kebumen longsor
Baca juga: Enam Orang Tertimbun Longsor di Kebumen

Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar