Legislator: Tol Semarang-Demak jangan rusak ekosistem

id tol semarang demak,dprd jawa tengah

Legislator: Tol Semarang-Demak jangan rusak ekosistem

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Hadi Santoso. ANTARA/Wisnu Adhi

Semarang (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah Hadi Santoso minta pembangunan jalan tol Semarang-Demak, yang juga akan berfungsi sebagai tanggul laut, tidak merusak ekosistem di lingkungan setempat.

"Kami menyambut baik pembangunan jalan tol Semarang-Demak yang juga menjadi tanggul laut, ini harapan masyarakat agar segera terbebas dari rob, namun ekosistem dan daya dukung lingkungan tetap harus jadi prioritas," kata Hadi Santoso, Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, di Semarang, Selasa.

Ia menjelaskan pada proyek pembangunan jalan tol Semarang-Demak sepanjang 27 kilometer, kurang lebih 10,63 km di antaranya merupakan tanggul laut yang membentang dari Kaligawe, Kota Semarang, sampai Morosari, Kabupaten Demak.

Menurut anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera tersebut, daerah yang menjadi tanggul laut pada pembangunan jalan tol Semarang-Demak merupakan daerah hilir Sungai Babon dan Sungai Sringin, serta juga titik terparah abrasi selama ini sehingga perlu penanganan khusus.

"Limpahan air sungai, sedimentasi, perubahan arus air laut, dan tentunya ekosistem flora, fauna perlu benar-benar diperhatikan, jangan sampai niat baik, berujung kerusakan karena kurang matangnya perencanaan," ujarnya.

Baca juga: Pemprov Jateng terima izin prinsip "rest area" tol Semarang-Salatiga

Pria yang juga tercatat sebagai alumni Magister Ilmu Lingkungan Universitas Diponegoro Semarang itu, berdasarkan Detail Engineering Design (DED) selain tanggul laut juga akan dilengkapi oleh dua kolam retensi seluas 240 hektare dan 45 hektare sebagai antisipasi.

"Di sana banyak tumbuh spesies mangrove yang khas, dan banyak biota laut dan sungai yang perlu dicarikan solusinya," katanya.

Proyek pembangunan jalan tol Semarang-Demak yang direncanakan menghabiskan Rp12,24 triliun itu membutuhkan lahan seluas 5.352.216 meter persegi atau setara dengan 1.523 bidang tanah, yang saat ini sudah dibebaskan 446.426 meter persegi atau 8,34 persen.

Secara teknis, jalan tol Semarang-Demak memiliki empat simpang susun yaitu Kaligawe, Terboyo, Sayung, dan Demak.

Tanggul laut yang membentang di sisi utara Semarang-Demak itu berfungsi untuk mengatasi banjir, rob dan penurunan permukaan tanah di daerah Semarang Utara bagian timur seperti di wilayah Kaligawe Semarang hingga Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.

Seperti diketahui, jalur tersebut selalu padat lalu lintas kendaraan baik antarkota maupun antarprovinsi sehingga jalan tol Semarang-Demak dibangun untuk meningkatkan aksebilitas dan kapasitas jaringan jalan di kawasan utara Jawa.

Baca juga: DPRD Jateng dorong pemanfaatan energi baru terbarukan
 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar