Peneliti sebut pemanfaatan energi terbarukan perlu ditingkatkan

id energi

Peneliti sebut pemanfaatan energi terbarukan perlu ditingkatkan

Ilustrasi. Seorang warga pemilik panel surya, Agus Nurokhim, membersihkan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di atap rumahnya di Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (1/9/2019). ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/foc.

Purwokerto (ANTARA) - Pemanfaatan energi baru dan terbarukan dalam bauran energi nasional perlu ditingkatkan karena dapat berdampak pada kualitas lingkungan yang bersih dan peningkatan ekonomi rakyat, kata peneliti dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Ropiudin.

"Pengembangan dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan dapat dilakukan dengan melibatkan partisipasi masyarakat," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu.

Peneliti senior laboratorium teknik sistem termal dan energi terbarukan, Unsoed itu mengatakan, partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan dapat dilakukan dengan memanfaatkan secara maksimal sumber energi setempat untuk proses-proses produktif.

Baca juga: Pemerintah kembangkan energi baru terbarukan

"Masyarakat didampingi perguruan tinggi dengan dukungan pemerintah dan industri dapat mengembangkan teknologi tepat guna berbasis sumber energi setempat," katanya.

Dampak kegiatan tersebut, kata dia, adalah peningkatan ekonomi, kemandirian teknologi, kemandirian energi, dan peningkatan daya saing bangsa.

"Pengembangan dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan juga dapat dilakukan oleh pemerintah melalui keekonomian dan keterjangkauan, harapannya akan meningkat sebesar 23 persen pada tahun 2025," katanya.

Ropiudin yang merupakan anggota Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) menambahkan, ada sejumlah hal yang perlu dilakukan terkait dengan pengembangan energi baru dan terbarukan.

"Pertama perlunya regulasi yang mendukung energi baru dan terbarukan serta peningkatan energi terbarukan pada bauran energi," katanya.

Selain itu kata dia, perlu peningkatan SDM energi dan sertifikasi bidang energi sebagai kompetensi SDM bidang energi pada pendidikan kejuruan, pendidikan vokasi/sarjana terapan, dan pendidikan tinggi lainnya mulai jenjang S1, S2, dan S3.

"Berbagai aspek tersebut muaranya adalah ketahanan dan kedaulatan energi di tanah air," katanya.

Baca juga: Percepat pengembangan energi baru terbarukan, pemerintah siapkan berbagai langkah
Baca juga: DPRD Jateng dorong pemanfaatan energi baru terbarukan

Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar